@phdthesis{repounp48927, title = {Pemberdayaan Masyarakat pada Sanggar Randai Sabatang Bungo di Pasar Lalang Kelurahan Kuranji Kecamatan Kuranji Kota Padang}, school = {Universitas Negeri Padang}, year = {2026}, author = {Jufrianda, Cindy}, keywords = {PEMBERDAYAAN MASYARAKAT}, abstract = {Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Pemberdayaan masyarakat pada Sanggar Randai Sabatang Bungo di Pasar Lalang dilakukan secara partisipatif dan menyeluruh, di mana masyarakat juga dilibatkan dalam setiap proses kegiatan. Selain fokus pada randai, sanggar ini juga menyediakan pelatihan tari, silat, dan alat musik tradisional sehingga memberikan ruang pengembangan yang lebih luas bagi anggota sesuai minat dan bakatnya. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan seni, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kebersamaan, serta kesadaran dalam melestarikan budaya lokal dan membantu perekonomian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan peneliti adalah pengelola, pendamping, serta warga belajar dan salah satu masyarakat sekitar Sanggar Randai Sabatang Bungo. teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat di Sanggar Randai Sabatang Bungo berlangsung secara sistematis dan berkelanjutan melalui tiga tahapan utama, yaitu penyadaran, pengkapasitasan, dan pemberian daya. Pada tahap penyadaran, kesadaran masyarakat dibangun melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan sanggar serta identifikasi potensi budaya secara partisipatif, yang diperkuat dengan motivasi dari pengelola dan pendamping. Tahap pengkapasitasan dilakukan melalui pelatihan seni seperti randai, silek, tari, dan musik pengiring yang didukung pendampingan aktif, sehingga meningkatkan keterampilan, kedisiplinan, dan kepercayaan diri anggota. Selanjutnya, pada tahap pemberian daya, anggota memperoleh kesempatan untuk tampil, mengembangkan diri, serta mendapatkan manfaat ekonomi dan sosial. Sanggar tidak hanya berperan dalam pelestarian seni budaya, tetapi juga sebagai sarana pembe rdayaan yang mampu meningkatkan kapasitas individu, memperkuat identitas budaya lokal, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48927/} }