%D 2026 %T Makna Simbolik Phubbing dalam Hubungan Interpersonal Remaja di Kafe Kota Padang %L repounp48897 %X Perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan smartphone, telah membawa perubahan dalam pola interaksi sosial remaja. Intensitas penggunaan smartphone yang tinggi melahirkan fenomena phubbing, yaitu perilaku mengabaikan lawan bicara karena lebih fokus pada ponsel. Fenomena ini banyak ditemukan di kafe sebagai ruang publik yang seharusnya menjadi tempat berlangsungnya interaksi sosial dan pembentukan hubungan interpersonal. Kehadiran phubbing menunjukkan adanya pergeseran makna interaksi tatap muka di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna simbolik phubbing dalam hubungan interpersonal remaja di kafe Kota Padang. Penelitian ini menggunakan teori Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead yang menekankan bahwa makna sosial terbentuk melalui proses interaksi dan penafsiran simbol. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian dipilih secara purposive, terdiri dari remaja berusia 15–19 tahun yang aktif mengunjungi kafe serta beberapa informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa phubbing dimaknai remaja tidak hanya sebagai bentuk pengabaian terhadap lawan bicara, tetapi juga sebagai simbol normalisasi budaya digital yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Penggunaan Smartphone saat nongkrong dipahami sebagai simbol pelarian remaja dalam situasi yang canggung, simbol ketidakhadiran sosial ditengah kehadiran fisik, dan bentuk simbol negosiasi sosial remaja. Melalui proses interaksi simbolik, makna phubbing terbentuk dari pengalaman, penafsiran, dan kesepakatan yang berkembang dalam kelompok pergaulan remaja. Meskipun telah dianggap sebagai perilaku yang lumrah, phubbing tetap berdampak pada kualitas komunikasi tatap muka, kedekatan emosional, dan hubungan interpersonal remaja di ruang publik. %I Universitas Negeri Padang %A Syahra Putri Maharani