%0 Thesis %9 Bachelor/Tugas Akhir %A Angraini, Dila Putri %A FT, %B Teknik Sipil FT UNP %D 2025 %F repounp:48791 %I Universitas Negeri Padang %K LIKUIFAKSI, SPT, SIMPLIFIED SEED, LPI, MITIGASI BENCANA %T Analisis Potensi Likuifaksi dengan Menggunakan Metode Simplified Seed dan Liquefaction Potential Index (Studi Kasus : Fakultas Bahasa Dan Seni, UNP) %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48791/ %X Likuifaksi merupakan perestiwa hilangnya kekuatan geser tanah jenuh air akibat beban siklik gempa, yang dapat menurunkan daya dukung tanah secara drastis dan menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang terletak di wilayah pesisir dengan dominasi tanah pasir berlanau dan memiliki muka air tanah yang dangkal, sehingga rentan terhadap potensi likuifaksi saat terjadi gempa besar. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis potensi likuifaksi menggunakan metode Simplified Seed dan Liquefaction Potential Index (LPI). Metode Simplified Seed untuk menghitung Safety Factor (SF) pada setiap kedalaman tanah, sedangkan metode Liquefaction Potential Index (LPI) untuk menilai tingkat kerentanan wilayah tersebut terhadap potensi likuifaksi. Pada penelitian ini menggunakan data investigasi tanah berupa hasil uji Standard Penetration Test (SPT). Hasil analisis Simplified Seed menunjukkan bahwa pada kedalaman 2 m nilai Safety Factor (SF) sebesar 1,2992 besar dari 1 yang menandakan kondisi relatif aman, sedangkan pada kedalaman 4–20 m nilai SF berkisar 0,3915–0,5295 kecil dari 1 yang mengindikasikan potensi likuifaksi tinggi. Perhitungan LPI menghasilkan nilai total sebesar 29,4640 yang termasuk kategori potensi likuifaksi sangat tinggi (LPI > 15). Kondisi ini berdampak pada risiko terjadinya penurunan permukaan tanah dan pergeseran lateral yang dapat merusak pondasi bangunan di atasnya. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan langkah mitigasi seperti perbaikan tanah pada lapisan yang rentan dan penggunaan pondasi dalam yang mencapai lapisan tanah keras untuk meminimalkan risiko kerusakan infrastruktur. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak kampus, perencana, dan pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pembangunan yang aman di wilayah rawan bencana.