%0 Thesis %9 Bachelor/Tugas Akhir %A Valencia, Amanda %A FT, %B Teknik Sipil FT UNP %D 2026 %F repounp:48777 %I Universitas Negeri Padang %K CONCRETE LEVEL CROSSING, PERLINTASAN SEBIDANG, PERLINTASAN KERETA API, KINERJA LALU LINTAS, TUNDAAN KENDARAAN %T Pengaruh Concrete Level Crossing pada Perlintasan Sebidang terhadap Tundaan Kendaraan (Studi Kasus: Perlintasan Kereta Api Jl. Prof. Dr. Hamka dan Jl. Adinegoro, Kota Padang) %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48777/ %X Perlintasan sebidang antara jalan dan jalur kereta api merupakan titik kritis dalam sistem transportasi darat karena adanya konflik lalu lintas yang dapat menyebabkan tundaan kendaraan. Salah satu faktor teknis yang mempengaruhi tundaan pada perlintasan sebidang adalah jenis penutup permukaan lintasan, khususnya penggunaan Concrete Level Crossing (CLC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh CLC terhadap tundaan kendaraan pada perlintasan sebidang kereta api. Metode kuantitatif komparatif diterapkan pada dua lokasi studi kasus di Kota Padang, Sumatera Barat, yaitu perlintasan sebidang dengan CLC di Jalan Prof. Dr. Hamka dan perlintasan sebidang tanpa CLC di Jalan Adinegoro. Data primer diperoleh melalui survei lapangan menggunakan rekaman video untuk mendapatkan volume lalu lintas dan waktu tempuh aktual kendaraan saat melintasi perlintasan kereta api. Tundaan kendaraan dihitung sebagai selisih antara waktu tempuh aktual dan waktu tempuh ideal berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Analisis statistik dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan terhadap waktu tunda kendaraan akibat penggunaan lempengan penutup beton pada perlintasan sebidang dengan analisis berupa uji deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji non-parametrik Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tundaan kendaraan antara perlintasan sebidang dengan dan tanpa CLC, dimana perlintasan CLC memiliki rata-rata tundaan sebesar 1,561 detik, sedangkan perlintasan non-CLC menunjukkan rata-rata tundaan sebesar 2,247 detik. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan CLC memberikan pengaruh positif terhadap pengurangan tundaan kendaraan. Namun, meskipun CLC memiliki kekuatan struktural dan daya tahan permukaan yang lebih baik, keberadaan perbedaan elevasi yang kecil dan ketidakteraturan sambungan pelat beton menyebabkan kendaraan masih mengurangi kecepatan sehingga menimbulkan tundaan. Temuan ini menegaskan pentingnya kualitas pelaksanaan konstruksi dalam meningkatkan kinerja lalu lintas pada perlintasan sebidang kereta api