%D 2026 %T Peningkatan Kemampuan Motorik Halus melalui Permainan Clay Tematik Naratif di Kober Kamboja %L repounp48740 %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak kelompok B di Kober Kamboja. Hasil observasi awal menunjukkan sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan yang melibatkan koordinasi otot-otot kecil, seperti meremas, menggenggam, dan membentuk objek sederhana. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi dan belum sepenuhnya berbasis bermain. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui permainan clay tematik naratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok B di Kober Kamboja. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk melihat peningkatan kemampuan motorik halus anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan clay tematik naratif dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak secara bertahap. Anak menjadi lebih terampil dalam aktivitas meremas, menggulung, mencubit, dan membentuk clay sesuai dengan tema dan alur cerita yang diberikan. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan mampu meningkatkan keterlibatan aktif anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, permainan clay tematik naratif terbukti efektif sebagai alternatif strate %K Kemampuan Motorik Halus %I Universitas Negeri Padang %A Afrida Yenti Salim