%D 2026 %T Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembentukan Karakter Sopan Santun Siswa melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Sutera %L repounp48718 %X Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembentukan karakter sopan santun siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Sutera. Fokus penelitian ini meliputi tiga aspek utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran dalam membentuk karakter sopan santun siswa kelas XII fase F lanjutan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya sikap sopan santun siswa akibat pengaruh globalisasi dan digitalisasi, serta adanya kesalahpahaman siswa terhadap konsep “merdeka” dalam Kurikulum Merdeka yang dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif studi kasus. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta siswa SMA Negeri 1 Sutera. Data sekunder berasal dari dokumen sekolah, modul ajar, perangkat pembelajaran, serta arsip penilaian sikap siswa. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama yang didukung oleh pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk deskripsi naratif yang sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembentukan karakter sopan santun siswa melalui pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Sutera telah berjalan dengan cukup baik. Pada tahap perencanaan, guru menyusun pembelajaran berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta modul ajar yang terintegrasi dengan nilai-nilai karakter sopan santun. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan yang berpusat pada siswa, menggunakan metode diskusi, keteladanan, pembiasaan, serta penguatan nilai akhlak melalui materi Al-Qur’an dan Hadis. Pembentukan karakter sopan santun tercermin dalam sikap siswa seperti menghormati guru, menggunakan bahasa yang lebih santun, menerapkan budaya 3S (senyum, sapa, salam), serta meningkatnya kepedulian terhadap sesama. Pada tahap evaluasi, penilaian dilakukan melalui observasi sikap, jurnal perilaku, dan asesmen formatif yang menunjukkan adanya peningkatan sikap sopan santun siswa meskipun masih terdapat sebagian kecil siswa yang memerlukan pembinaan lanjutan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran PAI dan Budi Pekerti berperan penting dalam membentuk karakter sopan santun siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter, bagi sekolah dalam mengembangkan program pembinaan karakter, serta bagi peneliti selanjutnya sebagai referensi dalam kajian Kurikulum Merdeka dan pendidikan karakter di sekolah menengah. %I Universitas Negeri Padang %A Muhammad Fikri Fathulloh