%D 2026 %T Problematika Quick Response Peserta Didik pada Mata Pelajaran PAI Kelas XI di SMAN 12X11 Enam Lingkung %L repounp48712 %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menuntut keterlibatan aktif peserta didik agar proses pembelajaran berlangsung interaktif dan bermakna. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih rendahnya quick response peserta didik, yang ditandai dengan lambatnya respon terhadap pertanyaan, rendahnya partisipasi dalam diskusi, serta sikap pasif selama pembelajaran berlangsung. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya interaksi pembelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran PAI. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk problematika quick response peserta didik, menganalisis faktor pendukung dan penghambat, serta mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasinya pada pembelajaran PAI kelas XI di SMAN 1 2x11 Enam Lingkung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMAN 1 2x11 Enam Lingkung dengan informan berjumlah 13 orang yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi sumber untuk memastikan validitas dan kepercayaan data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya quick response peserta didik terlihat dari hanya sebagian kecil peserta didik yang aktif merespon, sedangkan mayoritas peserta didik cenderung pasif, menunggu penunjukan guru, dan membutuhkan waktu cukup lama dalam memberikan jawaban. Dalam kegiatan diskusi, keterlibatan peserta didik juga masih rendah dan didominasi oleh siswa tertentu saja. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor internal berupa rendahnya motivasi belajar, kurangnya kepercayaan diri, serta kesiapan kognitif peserta didik, dan faktor eksternal berupa strategi pembelajaran yang kurang variatif serta suasana kelas yang belum sepenuhnya mendukung partisipasi aktif. Untuk mengatasi hal tersebut, guru melakukan berbagai upaya seperti menggunakan metode pembelajaran yang variatif, memberikan stimulus berupa pertanyaan pemantik, memberikan penguatan dan motivasi, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan komunikatif. %I Universitas Negeri Padang %A Rani Salsabila