%0 Thesis %9 Diploma/Proyek Akhir %A Azzahra, Ratri %A FT UNP, %B Teknik Sipil FT UNP %D 2025 %F repounp:48706 %I Universitas Negeri Padang %T Tinjauan Tingkat Kerusakan Permukaan Jalan Menggunakan Metode Surface Distress Index (SDI) dan Metode Asphalt Institute (AI) pada Jalan Patenggangan Air Tawar Barat Kota Padang %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48706/ %X Jalan Patenggangan merupakan kawasan padat penduduk yang menjadi lokasi sekolah dan pemukiman penduduk. Sebagai salah satu jalan kota yang penting bagi kehidupan masyarakat dan pengembangan ekonomi daerah, Jalan Patenggangan mengalami banyak kerusakan. Faktor utama penyebab kerusakan jalan adalah faktor lingkungan, faktor konstruksi, dan faktor pemakaian. Tujuan dilakukan dari tinjauan ini adalah untuk mengklasifikasikan tingkat kondisi layanan permukaan jalan berdasarkan nilai surface distress index dan nilai asphalt institute serta menentukan penanganan yang tepat. Tinjauan ini menggunakan metode survei ke lokasi tinjauan. Adapun data yang dikumpulkan terdiri dari dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yang didapat pada survei adalah data jenis kerusakan serta data dimensi kerusakan jalan. Sedangkan data sekunder yang digunakan dalam tinjauan ini adalah peta lokasi yang diperoleh dari google earth. Setelah melakukan survei, didapatkan total ada 31 kerusakan yang berada di sepanjang lokasi dengan 9 tipe kerusakan yang berbeda. Berdasarkan hasil perhitungan, kerusakan yang terjadi pada jalan patenggangan menurut metode SDI adalah luas retak, lebar retak, lubang dan kedalaman bekas roda dengan nilai kerusakan jalan keseluruhan adalah <50 kondisi baik, jenis penanganan yang diterapkan adalah pemeliharaan rutin. Sedangkan kerusakan yang terjadi pada Jalan Patenggangan diperoleh nilai kerusakan jalan keseluruhan menggunakan metode Asphalt Institute adalah 66,51681% dan nilai kondisi perkerasan sebesar 33,48319%, dengan tingkat kerusakan tergolong tinggi dan dapat dilakukan pemeliharaan dengan cara rekonstruksi. Jenis penanganan yang diterapkan ada 5, yaitu P1 (penebaran pasir), P2 (pengaspalan), P4 (pengisian retak), P5 (penambalan lubang), dan P6 (perataan).