<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Pengembangan Media Pembelajaran Augmented&#13;
Reality (AR) Menggunakan Assemblr Edu pada Mata Pelajaran IPAS Kelas VI Sekolah Dasar.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Cici Nurcahaya</mods:namePart><mods:namePart type="family">Pohan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang optimalnya pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi yang inovatif, kreatif, dan bervariatif, serta keterbatasan guru dalam merancang media pembelajaran yang bervariatif. Hal ini mengakibatkan kurangnya partisipasi peserta didik dalam pembelajaran. Untuk mengatasi hal ini peneliti bertujuan mengembangkan media pembelajaran Augmented Reality (AR) menggunakan Assemblr Edu pada mata pelajaran IPAS kelas VI sekolah dasar yang valid, praktis dan efektif. Solusi yang ditawarkan adalah media pembelajaran AR yang mengintegrasikan gambar 3D, audio, dan teks serta animasi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, dan menyenangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&amp;D) dengan model ADDIE yang meliputi lima (5) tahapan yaitu Analisis (Analysis), Desain (Design), Pengembangan (Development), Implementasi (Implementation), dan Evaluasi (Evaluation). Subjek uji coba mencakup 26 peserta didik dari SDN 35 Parak Karakah dan 21 peserta didik dari SDN 08 Parak Gadang sebagai sekolah uji coba. Sedangkan subjek penelitian terdiri dari 23 peserta didik SDN 18 Kampung Durian. Pengumpulan data melalui angket validasi yang melibatkan ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa , angket praktikalitas yang diisi oleh peserta didik dan guru kelas, serta hasil evaluasi peserta didik sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran AR menggunakan Assemblr Edu ini memperoleh validitas materi sebesar 94,2%, validitas ahli media memperoleh 87,5%, dan ahli bahasa memperoleh 95,5% dengan kategori “Sangat Valid”. Uji praktikalitas SDN 35 Parak Karakah memperoleh 100% dari respon guru dan 91,9% dari respon peserta didik, SDN 08 Parak Gadang memperoleh 100% dari respon guru dan 90,6% dari respon peserta didik, dan SDN 18 Kampung Durian memperoleh 95,8% dari respon guru dan 88,9% dari respon peserta didik dengan kategori “Sangat Praktis”. Uji efektivitas sekolah SDN 35 Parak Karakah memperoleh skor N-Gain 0,72, SDN 08 Parak Gadang memperoleh skor N-Gain 0,74, dan SDN 18 Kampung Durian memperoleh skor N-gain 0,76 dengan kategori “Tinggi”. Kesimpulan penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran Augmented Reality (AR) menggunakan Assemblr Edu pada mata pelajaran IPAS kelas VI sekolah dasar yang sudah terbukti valid, praktis dan efektif untuk mendukung proses pembelajaran. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran AR ini menimbulkan motivasi dan ketertarikan peserta didik dalam pembelajaran. Oleh karena itu, disarankan bagi guru untuk menggunakan menggunakan media pembelajaran yang peneliti kembangkan dalam proses pembelajaran khususnya pada pembelajaran IPAS di kelas VI sekolah dasar.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">LB Theory and practice of education</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-05-13</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>