%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Hennika, Julia %A Universitas Negeri Padang, %B Administrasi Negara FIS UNP %D 2026 %F repounp:48666 %I Universitas Negeri Padang %T Implementasi Kebijakan Penurunan Stunting Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Nagari Cubadak Barat Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48666/ %X Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penurunan stunting melalui program STBM di Nagari Cubadak Barat Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman, serta mengidentifikasi variabel pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa instansi atau dinas dan pihak-pihak terkait di Kabupaten Pasaman yang relevan dengan pelaksanaan kebijakan penurunan stunting di daerah tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan pengumpulan bukti dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penurunan stunting melalui program STBM di Nagari Cubadak Barat belum berjalan secara optimal. Hal ini terlihat dari masih rendahnya perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan lima pilar STBM, seperti masih ditemukannya perilaku buang air besar sembarangan, rendahnya kebiasaan cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga yang belum memenuhi standar kesehatan, serta pengelolaan sampah dan limbah cair rumah tangga yang belum memadai. Proses pemicuan sebagai strategi utama STBM belum dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga belum mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat secara signifikan. Faktor pendukung implementasi kebijakan meliputi adanya regulasi daerah yang menjadi dasar pelaksanaan STBM, dukungan pemerintah nagari, keterlibatan puskesmas, bidan desa, dan kader kesehatan, serta keberadaan kegiatan posyandu sebagai sarana edukasi kesehatan masyarakat. Sementara itu, faktor penghambat utama meliputi keterbatasan anggaran, rendahnya akses masyarakat terhadap sarana air bersih dan jamban sehat, kondisi ekonomi masyarakat yang terbatas, rendahnya tingkat kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang hubungan sanitasi dengan stunting, lemahnya sosialisasi yang belum tepat sasaran, serta masih kuatnya kebiasaan dan budaya lama yang tidak higienis. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa implementasi kebijakan penurunan stunting melalui program STBM di Nagari Cubadak Barat belum sepenuhnya mencapai tujuan kebijakan yang diharapkan. Diperlukan penguatan koordinasi antar-OPD, peningkatan intensitas dan kualitas sosialisasi, penguatan proses pemicuan, penyediaan sarana sanitasi dasar yang memadai, serta peningkatan partisipasi masyarakat agar implementasi kebijakan STBM dapat berjalan lebih efektif dalam mendukung penurunan stunting.