%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Zikro, Hilma %A FT UNP, %B Teknik Sipil FT UNP %D 2025 %F repounp:48644 %I Universitas Negeri Padang %T Analisis Perbandingan Penggunaan Fondasi Tiang Pancang (Spun Pile) dan Bore Pile pada Proyek Pembangunan Gedung Asrama C Politeknik Pelayaran Sumatera Barat %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48644/ %X Fondasi merupakan elemen struktur bawah yang berperan dalam mentransfer beban bangunan ke lapisan tanah dengan daya dukung memadai. Pemilihan jenis fondasi menjadi krusial karena berdampak langsung terhadap stabilitas, biaya, dan kemudahan pelaksanaan konstruksi. Dalam pelaksanaannya, penggunaan tiang pancang di proyek ini mengalami beberapa kendala, seperti keterlambatan mobilisasi alat, kerusakan HSPD, lokasi tidak rata, keterbatasan lahan penyimpanan, serta kondisi tanah keras yang menyebabkan tiang harus dipotong dan menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja bore pile secara simulatif sebagai perbandingan teknis dan ekonomis. Penelitian ini membandingkan fondasi tiang pancang (spun pile) dan bore pile berdasarkan kapasitas daya dukung ultimit, metode pelaksanaan, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Perhitungan kapasitas tiang pancang menggunakan metode Mayerhoff, Decourt, dan API, sedangkan bore pile dianalisis dengan metode Reese & Wright, O’Neill & Reese, dan Bowles. Data tanah diperoleh dari hasil bor log pada proyek Gedung Asrama C Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, dengan analisis pada kedalaman 8 m dan 36 m. RAB tiang pancang disusun dari data biaya proyek aktual, sedangkan bore pile secara simulative yang mengacu pada Harga Satuan Pemerintah (HSP) Kota Padang. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas daya dukung ultimit fondasi tiang pancang lebih tinggi dibanding bore pile pada kedua kedalaman. Selain itu, fondasi tiang pancang juga lebih unggul dalam hal efisiensi biaya pelaksanaan. Sementara itu, bore pile memiliki kelebihan dalam fleksibilitas pelaksanaan, terutama di area sempit, dan tidak menimbulkan getaran atau kebisingan yang signifikan. Dengan demikian, pemilihan jenis fondasi perlu mempertimbangkan kondisi teknis lapangan, karakteristik tanah, keterbatasan ruang kerja, serta aspek teknis dan ekonomis secara menyeluruh.