%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Jonanta, Muhammad Farhan %A FT UNP, %B Teknik Sipil FT UNP %D 2025 %F repounp:48632 %I Universitas Negeri Padang %T Penerapan Metode HIRADC Untuk Mengurangi Risiko Kecelakaan Kerja pada Pekerjaan Erection Girder Proyek Pembangunan Jalan Tol Padang–Sicincin STA 6+300 %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48632/ %X Proyek jalan tol merupakan salah satu bentuk usaha pemerintah dalam memudahkan masyarakat di Indonesia terutama dalam hal mobilitas, baik dari segi ekonomi maupun sosial agar menjadi lebih baik. Salah satunya ialah Proyek Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru – Padang Seksi Padang – Sicincin. Lokasi proyek yang berada pada Provinsi Sumatera Barat ini memiliki tantangannya sendiri, dikarenakan sepanjang Provinsi ini dikelilingi oleh perbukitan yang dinamai Bukit Barisan. Proyek ini juga memiliki tingkat risiko yang tinggi dikarenakan sebagian pekerjaan berada di ketinggian, dari segi keselamatan dan kesehatan kerja inilah yang akan menjadi dasar berhasil atau tidaknya sebuah proyek untuk mencapai zero accident. Data yang akan dicapai dalam Proyek Akhir ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi secara langsung di lapangan, dimana setelah melakukan observasi, juga dilakukan dengan wawancara kepada ahli K3 untuk mengetahui risiko bahaya yang akan timbul dengan menggunakan metode HIRADC. Setelah didapatkannya risiko bahaya, selanjutnya melakukan pengendalian bahaya guna untuk meminimalisir terjadinya risiko bahaya tersebut. Berdasarkan dari data sebelum dilakukannya pengendalian risiko, didapatkan hasil pada tiap tingkat risiko yaitu; pada tingkat extreme risk memiliki 12 risiko (22,64%), pada tingkat high risk memiliki 30 risiko (56,60%), pada tingkat moderate risk memiliki 10 risiko (18,86%), dan pada tingkat low risk memiliki 1 risiko (1,88%). Selanjutnya dilakukan pengendalian risiko, didapatkan penurunan pada tiap tingkat risiko, diantaranya adalah sudah tidak ada lagi tingkat extreme risk, tingkat high risk menjadi 11 risiko (20,75%), moderate risk menjadi 15 risiko (28,30), dan tingkat low risk didapatkan 27 risiko (50,94%).