<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Dominasi dan Hgemoni dalam Novel Tan: Gerilya&#13;
Bawah Tanah Karya Hendri Teja</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Dimas</mods:namePart><mods:namePart type="family">Guntara</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini berfokus pada bentuk dominasi dan hegemoni pada novel Tan: Gerilya Bawah Tanah karya Hendri Teja. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dominasi dan hegemoni serta bentuk perlawanan terhadap dominasi dan hegemoni dalam novel tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian sastra secara kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data penelitian ini menyajikan kutipan- kutipan yang mendesripsikan bagaimana bentuk-bentuk domiasi dan hegemoni serta bentuk-bentuk perlawanan terhadap dominasi dan hegemoni dalam novel Tan: Gerilya Bawah Teja karya Hendri Teja. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik yaitu, membaca dan memahami novel, melakukan studi pustaka, serta menandai data peristiwa yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Analisis data dilakukan dengan cara mengklasifikasikan data, menginterpretasikan data, menyimpulkan hasil temuan data, dan melaporkan hasil penelitian dengan menginventarisasikan data ke dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini adalah (1) bentuk-bentuk dominasi dan hegemoni, dan (2) bentuk-bentuk perlawanan terhadap dominasi dan hegemoni dalam novel Tan: gerilya Bawah Tanah karya Hendri Teja. Terdapat tiga bentuk dominasi: (1) paksaan fisik, (2) ancaman dan sanksi, dan (3) kontrol langsung, serta terdapat empat bentuk hegemoni: (1) hegemoni budaya, (2) hegemoni politik, (3) hegemoni ideologi, dan (4)) hegemoni ekonomi. Terdapat dua bentuk perlawanan dominasi: (1) perlawanan keras dan (2) perlawanan pasif serta counter hegemoni melalui kaum intelektual, dapat dikatakan sebagai perlawanan humanistik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">P Philology. Linguistics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2025-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Sastra Indonesia FBS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>