@phdthesis{repounp48547, month = {June}, title = {Struktur, Unsur Intrinsik, dan Fungsi Sosial Cerita Rakyat Dongeng Fabel Klasik Minangkabau di Nagari Tebing Tinggi Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan}, school = {Universitas Negeri Padang}, year = {2025}, author = {Febriani, Hesti}, abstract = {Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur cerita rakyat dongeng fabel klasik Minangkabau di Nagari Tebing Tinggi Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan, (2) unsur intrinsik cerita rakyat dongeng fabel klasik Minangkabau di Nagari Tebing Tinggi Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan, dan (3) fungsi sosial cerita rakyat dongeng fabel klasik Minangkabau di Nagari Tebing Tinggi Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian berjumlah lima orang yang merupakan masyarakat asli Nagari Tebing Tinggi Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan. Data penelitian ini terkait dengan struktur, unsur intrinsik, dan fungsi sosial cerita rakyat dongeng fabel klasik di Nagari Tebing Tinggi Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan. Pengumpulan data dilakukan dengan dua tahap yaitu, (1) tahap perekaman, dan (2) tahap pengumpulan data tentang lingkungan penceritaan. teknik penganalisisan data yaitu, (1) tahap identifikasi data, (2) tahap klasifikasi, (3) tahap pembahasan dan penyimpanan hasil klasifikasi atau analisis data, dan (4) tahap laporan. Hasil penelitian sebagai berikut: Struktur cerita rakyat dongeng fabel klasik Minangkabau di Nagari Tebing Tinggi Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan terdiri atas: (1) orientasi, pengenalan tokoh, latar tempat, latar waktu dan suasana pada awal cerita. (2) komplikasi, setiap tokoh dalam cerita mulai berhadapan dengan masalah atau konflik, (3) resolusi, setiap tokoh dalam cerita mulai menemukan pemecahan atau penyelesaian masalah yang dihadapinya, dan (4) koda, jangan meniru perilaku buruk tokoh binatang dalam cerita, maka disarankan untuk berperilaku sebagaimana perilaku tokoh binatang yang baik. Unsur intrinsik cerita rakyat dongeng fabel klasik Minangkabau di Nagari Tebing Tinggi Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan terdiri atas: (1) gaya bahasa, bahasa yang dituturkan informan dalam cerita memang bahasa asli Nagari Tebing Tinggi Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan, (2) tokoh dan penokohan, binatang yang menjadi tokoh dalam cerita yaitu Beruk, Biawak, Siput, Tikus, Kancil, Harimau, Ayam, Musang, Burung Cucak, Ikan Lele, Tupai, dan Labi-labi, (3) alur, terdapat tiga alur dalam cerita dongeng fabel klasik yaitu tahap awal, tahap tengah, dan tahap akhir, (4) latar, dalam cerita dongeng fabel klasik terdapat tiga latar yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana, (5) tema, intisari dari cerita dongeng fabel klasik muncul dari permasalahan-permasalahn melaluiperilaku tokoh dalam ceritanya, dan (6) amanat, pesan moral yang disampaikan informan langsung dalam cerita. Fungsi sosial cerita rakyat dongeng fabel klasik Minangkabau di Nagari Tebing Tinggi Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan yaitu sebagai sarana menghibur, mendidik, alat untuk mewariskan secara turun-temurun kepada yang lebih muda, dan menunjukkan jati}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48547/} }