@phdthesis{repounp48510, month = {May}, title = {Tindak Tutur Ekspresif dalam Novel Aku Tak Membenci Hujan Karya Sri Puji Hartini}, school = {Universitas Negeri Padang}, year = {2026}, author = {Yulina, Lara Putri}, abstract = {Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif dalam novel ATMH karya Sri Puji Hartini. (2) mendeskripsikan strategi bertutur dalam novel ATMH karya Sri Puji Hartini. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data penelitian ini berupa tuturan yang mengandung tindak tutur ekspresif dalam novel ATMH karya Sri Puji Hartini, sedangkan sumber data penelitian ini adalah novel ATMH karya Sri Puji Hartini. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak dan catat. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini terdiri atas dua temuan. Pertama, ditemukan berbagai bentuk tindak tutur ekspresif yang digunakan oleh tokoh dalam novel dengan menggunakan teori Searle (1979), yaitu marah, meminta maaf, mengeluh, memuji, mengucapkan terima kasih, mengkritik, mengucapkan selamat, menyalahkan, dan menyatakan kebencian. Dari total 150 data yang dianalisis, bentuk yang paling dominan adalah tindak tutur ekspresif marah, sedangkan yang paling sedikit adalah menyatakan kebencian. Dominasi tuturan marah menunjukkan bahwa novel ini sarat dengan konflik emosional yang kuat, terutama yang dialami tokoh utama. Hal ini mencerminkan kondisi psikologis tokoh yang penuh tekanan, luka batin, serta relasi sosial yang kurang harmonis. Sementara itu, rendahnya tuturan kebencian mengindikasikan bahwa emosi yang muncul cenderung bersifat situasional dan tidak berkembang menjadi kebencian yang mendalam. Kedua, dari aspek strategi bertutur dengan menggunakan teori Brown dan Levinson (1987), ditemukan empat jenis strategi yang digunakan, yaitu bertutur terus terang tanpa basa-basi (BTT), bertutur terus terang dengan kesantunan positif (BTKP), bertutur terus terang dengan kesantunan negatif (BTKN), dan bertutur samar-samar (BTS), sedangkan strategi bertutur dalam hati atau diam (BTD) tidak ditemukan. Dari total 150 data, strategi yang paling dominan adalah bertutur terus terang tanpa basa-basi (BTT). Hal ini menunjukkan bahwa tokoh dalam novel cenderung menyampaikan tuturan secara langsung, tegas, dan tanpa peredaan, terutama dalam situasi konflik. Dominasi strategi ini mencerminkan hubungan antartokoh yang dipenuhi ketegangan serta minimnya upaya menjaga kesantunan dalam komunikasi. Selain itu, tidak ditemukannya strategi bertutur diam menunjukkan bahwa tokoh lebih memilih mengekspresikan perasaan secara verbal, sehingga konflik dalam cerita disampaikan secara terbuka melalui dialog}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48510/} }