<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Implementasi Platform Ruang GTK dalam&#13;
Pengembangan Profesionalisme Guru di SMK Negeri se-Kecamatan Padang&#13;
Barat</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Indhira</mods:namePart><mods:namePart type="family">Syahputri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan profesionalisme guru. Platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (Ruang GTK) dikembangkan sebagai sarana pembelajaran mandiri dan pengembangan kompetensi guru. Namun, dalam implementasinya masih ditemukan bahwa pemanfaatan platform belum optimal dan belum merata di kalangan guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Ruang GTK, mengkaji manfaat yang diperoleh, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan profesionalisme guru di SMK Negeri se-Kecamatan Padang Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan operator di SMKN 3 Padang dan SMKN 9 Padang. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Ruang GTK dilaksanakan melalui pola top-down dari kebijakan pemerintah yang diikuti dengan sosialisasi dan koordinasi di tingkat sekolah. Implementasi telah berjalan dari aspek komunikasi dan struktur birokrasi, namun masih cenderung bersifat administratif dan belum sepenuhnya menjadi kebutuhan profesional guru. Ruang GTK memberikan manfaat dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional, memperkuat literasi digital, serta mendorong kemandirian dan kolaborasi guru, meskipun belum dirasakan secara merata. Faktor pendukung meliputi ketersediaan fasilitas, dukungan pimpinan sekolah, motivasi guru, serta pendampingan teknis. Adapun faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, perbedaan literasi digital, serta kendala teknis seperti sistem dan jaringan. Dampak terhadap profesionalisme guru bersifat bertahap dan belum sepenuhnya transformasional. Implementasi Ruang GTK memiliki peran penting sebagai sarana pendukung dalam pengembangan profesionalisme guru, namun masih memerlukan penguatan pada aspek pemanfaatan, kesadaran profesional, serta dukungan sistem agar dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">LC Special aspects of education</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Administrasi Pendidikan FIP UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>