%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Pertiwi, Tiara Risma %A Universitas Negeri Padang, %B Kesehatan dan Rekreasi FIK UNP %D 2026 %F repounp:48259 %I Universitas Negeri Padang %T Survei Program Aktivitas Fisik dan Motorik Kasar Anak Disabilitas Intelektual Kota Padang %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48259/ %X Penelitian ini dilatar belakangi oleh indikasi permasalahan yang terlihat yakni pembelajaran dan aktivitas fisik masih monoton tanpa standar dan jadwal yang jelas. Anak kurang latihan motorik berkelanjutan, sering tantrum saat aktivitas baru, serta belum terlihat pengukuran motorik kasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan program yang diberikan terhadap anak hingga pengukuran motorik kasar pada anak disabilitas. Penelitian ini menggunakan metode campuran (Mixed Methods) dengan desain Exploratory Sequential, dimulai dari pengumpulan data kualitatif untuk menggambarkan program aktivitas fisik, kemudian dilanjutkan dengan data kuantitatif untuk mengukur kemampuan motorik kasar anak. Populasi kuantitatif adalah 169 anak disabilitas yang terdaftar di UPTD LDPI Kota Padang, dan sampel ditentukan secara purposive sampling sehingga diperoleh 20 anak yang memenuhi kriteria kelayakan tes. Pengumpulan data kuantitatif menggunakan TGMD-2, meliputi keterampilan lokomotor (berlari, melangkah kuda, melompat injitan, melompat jauh, lari disertai lompatan, dan bergerak menyamping) serta keterampilan kontrol objek (memukul bola diam, dribble di tempat, menangkap, menendang, melempar dari atas kepala, dan menggelindingkan bola). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan tabulasi frekuensi. Hasil penelitian untuk kualitatif menunjukkan bahwa program aktivitas fisik di UPTD LDPI sudah berjalan baik dan memberikan latihan gerak dasar bagi anak. Berdasarkan data pengukuran TGMD-2, kemampuan motorik kasar anak berada pada kategori sedang, dengan rata-rata skor 16,65 dari 33 untuk lokomotor dan 17,95 dari 32 untuk objek kontrol yang juga berada pada klasifikasi sedang. Untuk kesimpulan keseluruhan skor dapat diketahui bahwa Anak memilki kemampuan motorik kasar pada fase kategori sedang, kedua aspek ini menggambarkan bahwa program terapi aktivitas fisik yang diberikan UPTD telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan motorik kasar anak. Namun, kemampuan anak masih berada pada tahap berkembang sehingga perlu pendampingan berkelanjutan, variasi aktivitas, serta latihan yang terstruktur agar hasilnya lebih optimal.