%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Amanda, Fadillah %A Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, %B BIOLOGI FMIPA UNP %D 2026 %F repounp:48214 %I Universitas Negeri padang %K BLACK GARLIC, JAHE MERAH, HIPERKOLESTEROLEMIA, PROFIL LIPID, SPRAGUE DAWLEY %T Pengaruh Pemberian Sediaan Sirup yang Mengandung Ekstrak Black Garlic dan Jahe Merah terhadap Profil Lipid Tikus Hiperkolestrolemia %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48214/ %X Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang ditandai oleh peningkatan kadar kolesterol dalam plasma darah, terutama kolesterol LDL. Prevalensi hiperkolesterolemia terus meningkat sehingga diperlukan alternatif terapi berbahan alami untuk membantu memperbaiki profil lipid. Black garlic dan jahe merah mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi dijadikan sebagai alternatif pencegahan penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sediaan sirup yang mengandung ekstrak black garlic (Allium sativum L.) dan jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) terhadap profil lipid tikus hiperkolesterolemia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan 24 ekor tikus jantan galur Sprague Dawley. Terdapat enam kelompok dalam penelitian ini, yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, serta tiga kelompok perlakuan BGJM dosis 450 mg/200 g BB (P1), 900 mg/200 g BB (P2), dan 1.350 mg/200 g BB (P3). Hiperkolesterolemia diinduksi menggunakan diet tinggi kolesterol dan propiltiourasil selama ±14 hari, kemudian perlakuan diberikan secara oral selama 21 hari. Parameter yang diamati meliputi kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, dan HDL. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dengan taraf signifikansi 95%. Hasil uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada parameter kolesterol total (p<0,05). Secara deskriptif, kelompok kontrol negatif [K(-)] menunjukkan penurunan kadar kolesterol total terbesar sebesar 50,5 mg/dL, diikuti kelompok kontrol positif [K(+)] sebesar 46 mg/dL. Pada kelompok perlakuan, kelompok P3 menunjukkan penurunan kadar kolesterol total terbesar sebesar 39 mg/dL dengan nilai akhir yang mendekati kontrol positif. Uji lanjut LSD menunjukkan bahwa kelompok (K-) berbeda signifikan terhadap P2. Pada parameter triliserida, LDL dan HDL tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (p>0.05) meskipun kelompok perlakuan menunjukkan kecenderungan perbaikan profil lipid. Secara deskriptif, pada parameter trigliserida, kelompok P1 menunjukkan penurunan terbesar secara deskriptif sebesar 25,5 mg/dL. Pada parameter LDL, kelompok P3 menunjukkan penurunan terbesar secara deskriptif sebesar 42 mg/dL, sedangkan pada parameter HDL kelompok P2 menunjukkan peningkatan terbesar sebesar 7,5 mg/dL.