%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Triska, Epa %A Universitas Negeri Padang, %B Geografi FIS UNP %D 2025 %F repounp:48169 %I Universitas Negeri Padang %T Penerapan Program Sekolah Penggerak pada SMA Negeri di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau (Studi Kasus pada Angkatan I dan II) %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48169/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui tentang : (1) Penerapan intervensi Program Sekolah Penggerak pada SMA Negeri di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau; (2) Dampak dari penerapan Program Sekolah Penggerak pada SMA Negeri di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau; (3) Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Program Sekolah Penggerak pada SMA Negeri di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Pemilihan subjek penelitian dilakukan secara purposive sampling, yaitu berdasarkan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Subjek penelitian berjumlah 26 orang yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru geografi, guru mata pelajaran lain, dan siswa dari 5 Sekolah Penggerak Angkatan I dan II di Kabupaten Indragiri Hilir. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak berjalan cukup baik, terutama pada lima intervensi utama. Pendampingan konsultatif dinilai membantu sekolah memahami kebijakan dan mengatasi persoalan implementatif. Penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan dan komunitas belajar berkontribusi pada peningkatan kompetensi guru. Penerapan paradigma pembelajaran baru mulai terlihat, meski kualitasnya bervariasi antar sekolah. Perencanaan berbasis data telah dimanfaatkan, namun pemahaman guru masih belum merata. Digitalisasi juga mulai diterapkan, tetapi sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan kemampuan teknologi warga sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi lima intervensi cenderung tidak seragam, dipengaruhi oleh perbedaan kapasitas dan konteks masing-masing sekolah; (2) Program Sekolah Penggerak berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru, keterlibatan siswa, serta tumbuhnya budaya refleksi dan kolaborasi. Namun, dampak positif ini tidak merata dan lebih menonjol pada sekolah dengan kepemimpinan kuat serta fasilitas yang lebih memadai; (3) Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain peningkatan beban kerja guru, keterbatasan jaringan internet, ketidaksamaan pemahaman mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta kesulitan menyelaraskan jadwal program dengan agenda internal sekolah.