%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Adelia, Silsabila %A Universitas Negeri Padang, %B Geografi FIS UNP %D 2025 %F repounp:48134 %I Universitas Negeri Padang %T Penerapan Model Creative Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Geografi di SMA Pertiwi 1 Padang %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48134/ %X Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui penerapan penggunaan model Creative Problem Solving untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan untuk 2) Mengetahui pengaruh penggunaan model Creative Problem Solving untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa di SMA Pertiwi 1 Padang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Eksperimen Semu (Quasi Eksperiment) dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X.1 sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving dan kelas X.3 sebagai kelas kontrol yang menggunakan media pembelajaran Konvensional. Pengambilan data menggunakan instrumen pretest dan posttest berbentuk pilihan ganda yang telah diuji validitas, reliabilitasnya. Hasil penelitian menjelaskan bahwa 1) Pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa di kelas X.1 SMA Pertiwi 1 Padang dengan perolehan rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 87,24 dan Perolehan rata-rata posttest kelas X.3 selaku kelas kontrol sebesar 71,94. Analisis data menggunakan uji Independent Sample T-Test dari data hasil perhitungan diperoleh taraf signifikansi (Sig.) sebesar 0,003 karena signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,003<0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima, hasil penelitian juga dibuktikan dengan Uji N-Gain 62% termasuk dalam kategori cukup efektif. (2)Penerapan model Creative Problem Solving untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa di SMA Pertiwi 1 Padang pada kelas X.1 sebagai kelas eksperimen dinyatakan cukup efektif untuk diterapkan, hal ini dibuktikan dengan bukti dokumentasi, siswa yang awalnya pasif menjadi lebih aktif dan observasi terkait keaktifan peserta didik dalam menerapkan model Creative Problem Solving, yang mana dari 4 Indikator kemampuan berpikir kreatif, terdapat 3 indikator yang paling dipahami siswa diantaranya Fluency (kemampuan mengutarakan banyak ide dengan lancar dan percaya diri terkait permasalahan atmosfer), flexibility (keragaman,mampu menghasilkan banyak ide yang beragam mengenai solusi untuk mengurangi dampak polusi udara di lingkungan sekitar), originality (menciptakan suatu jawaban dari arah pandangan sendiri terkait permasalahan atmosfer yang ada di lingkungan), terdapat satu indikator yang belum sepenuhnya dapat dipahami dan dikuasai oleh siswa, yaitu elaboration, untuk memperluas atau menjelaskan argument siswa.