<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Aktivitas Antimikroba Bakteri Endofit (Pseudomonas Berfluoresen) Dari Akar Pisang Buai (Musa x paradisiaca L.) Secara In Vitro</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Astrid</mods:namePart><mods:namePart type="family">Astrid</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Peningkatan resistensi antimikroba menyebabkan pengobatan infeksi bakteri dan jamur menjadi semakin sulit, sehingga diperlukan sumber antimikroba alternatif yang efektif dan berkelanjutan. Bakteri endofit, khususnya Pseudomonas berfluoresen, diketahui mampu menghasilkan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen antibakteri dan antijamur. Akar pisang buai (Musa × paradisiaca L.) merupakan salah satu sumber bakteri endofit yang berpotensi menghasilkan senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah isolat Pseudomonas berfluoresen dari akar pisang buai yang memiliki aktivitas antimikroba serta menentukan isolat dengan aktivitas terbaik terhadap mikroba uji. Penelitian ini merupakan eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 44 isolat dan tiga kali ulangan. Uji aktivitas antimikroba dilakukan secara in vitro menggunakan metode inokulasi titik terhadap Eschericia coli, Staphylococcus aureus, dan Candida albicans. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat, kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 isolat mampu menghambat E. coli, 8 isolat mampu menghambat S. aureus, dan 40 isolat mampu menghambat C. albicans. Isolat PFPB 32 menunjukkan aktivitas terbaik terhadap E. coli dan S. aureus, sedangkan isolat PFPB 300 menunjukkan aktivitas antijamur terbaik terhadap C. albicans. Perbedaan aktivitas antar isolat menunjukkan adanya variasi potensi antimikroba. Dengan demikian, bakteri endofit Pseudomonas berfluoresen dari akar pisang buai berpotensi sebagai sumber agen antimikroba, terutama sebagai antijamur terhadap C. albicans.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Q Science (General)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">QH301 Biology</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri padang;BIOLOGI FMIPA UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>