%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Widiani, Margareta %A Fmipa, %B Agroindustri FMIPA UNP %D 2026 %F repounp:48100 %I Universitas Negeri Padang %K BIBIT, DURIAN, ENTRES, SAYATAN CELAH, ZPT ORGANIK %T Pengaruh Penggunaan Zpt Organik dengan Metode Sayatan Celah terhadap Sambung Pucuk Durian (Durio Zibethinus Murr) %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48100/ %X Durian (Durio zibethinus Murr.) merupakan komoditas buah tropis bernilai ekonomi dengan permintaan pasar yang terus meningkat, baik di dalam maupun luar negeri. Namun, peningkatan produksi durian di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan ketersediaan bibit unggul bermutu. Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Sijunjung 2024 menunjukkan bahwa produksi durian mengalami fluktuasi, yaitu sebesar 31.043 ton pada tahun 2022, meningkat menjadi 36.107 ton pada tahun 2023, kemudian menurun menjadi 34.177,40 ton pada tahun 2024. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya peningkatan produksi melalui perbaikan teknologi budidaya, khususnya pada tahap penyediaan bibit. Perbanyakan vegetatif melalui teknik sambung pucuk dengan metode sayatan celah merupakan salah satu alternatif yang efektif karena mampu menghasilkan bibit unggul yang seragam dan mempercepat masa berbuah. Keberhasilan sambung pucuk dapat ditingkatkan melalui penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) organik alami, seperti air kelapa, ekstrak bawang merah, ekstrak tauge, dan ekstrak rebung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis dan dosis ZPT organik alami terhadap keberhasilan dan pertumbuhan sambung pucuk durian. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan lima kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 5 tanaman, sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Perlakuan terdiri atas P0 (kontrol tanpa ZPT), P1 (ekstrak bawang merah 250 ml/tanaman), P2 (ekstrak tauge 200 ml/tanaman), P3 (air kelapa 250 ml/tanaman), dan P4 (ekstrak rebung 250 ml/tanaman). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan menghasilkan tingkat keberhasilan sambung hidup sebesar 100%. Pemberian ZPT organik berpengaruh berbeda nyata terhadap jumlah daun dan diameter batang atas, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan panjang entres dan diameter batang bawah. Perlakuan ekstrak tauge dengan dosis 200 ml/tanaman (P2) memberikan jumlah daun tertinggi dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan lainnya, sedangkan perlakuan air kelapa dengan dosis 250 ml/tanaman (P3) menghasilkan diameter batang atas terbesar dan berbeda nyata. Dengan demikian, ekstrak tauge dan air kelapa pada dosis optimal berpotensi digunakan sebagai ZPT organik alami yang efektif dan ramah lingkungan untuk meningkatkan pertumbuhan vegetatif awal durian hasil sambung pucuk.