@phdthesis{repounp48075, month = {September}, title = {Pemanfaatan Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Sebagai Sediaan Kosmetik Creambath untuk Perawatan Rambut}, school = {Universitas Negeri Padang}, year = {2025}, author = {Mitra, Anggun Masayu}, abstract = {Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan tanaman yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan minyak atsiri yang diketahui memiliki manfaat bagi kesehatan kulit dan rambut, seperti sebagai antioksidan, antimikroba, serta membantu mengurangi ketombe,menjaga kelembapan kulit kepala dan juga dapat mengurangi rambut rontok. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun salam ke dalam sediaan kosmetik creambath dan mengevaluasi stabilitas serta kualitas fisik sediaan yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui metode observasi, dokumentasi dan kusioner dengan tujuan untuk menganalisis pemanfaatan daun salam sebagai sediaan kosmetik creambath dengan melihat dari hasil uji pH , homogenitas, uji daya lekat, uji organoleptik (tekstur, aroma dan warna), dan uji hedonik (kesukaan panelis). Hasil penelitian diperoleh dari kadar uji pH setiap formulasi berada pada range yang asam sebagai sediaan kosmetik creambath yaitu dengan nilai 4. Hal ini tidak sesuai dengan rentang kadar pH yaitu 4,5-6,5 karena dapat mengakibatkan iritasi kulit. Hasil uji homogenitas menunjukan sifat yang homogen pada setiap formulasi. Pada uji daya lekat setiap formulasi memenuhi uji daya lekat yaitu lebih dari 4 detik, dimana formulasi F1 diperoleh hasil dengan 11,07 detik,10,29 detik dan 10,40 detik. Pada F2 diperoleh hasil 12,76 detik, 10,80 detik dan10,33 detik. Pada uji organoleptik, panelis menyatakan F1 sebagai sediaan dengan tekstur sangat kental, berwarna hijau pekat, dan sangat beraroma khas daun salam.Pada formulasi F2, panelis menyatakan sediaan bertekstur kental, berwarna hijau dan beraroma khas daun salam. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) menunjukkan potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam sediaan kosmetik creambath, yang ditinjau dari uji pH, homogenitas, daya lekat, organoleptik, serta uji hedonik. Dari beberapa pengujian diatas didapatkan bahwa nilai pH yang tidak memenuhi standar yaitu dengan range 4.Oleh karena itu, disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk melanjutkan dan mengembangkan penelitian ini, khususnya dalam hal penyesuaian pH agar sesuai dengan standar kadar pH 4.5-5,6 sebagai sediaan kosmetik creambath, serta menyempurnakan formulasi agar diperoleh hasil yang lebih optimal dan aplikatif.}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48075/} }