<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Profil Keterampilan Gerak Dasar Lokomotor dan&#13;
Objek Kontrol Siswa Sekolah Dasar Negeri 05&#13;
Sungai Limau</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Marsanda</mods:namePart><mods:namePart type="family">Listi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh indikasi permasalahan yang terlihat melalui observasi penulis di Sekolah Dasar Negeri 05 Sungai Limau yang terlihat belum cukup kemampuan gerak lokomotor dan objek kontrol siswa yang di akibatkan kurangnya sarana dan prasarana di sekolah tersebut, motivasi siswa yang rendah, dan pengaruh teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa tersebut baik atau kurangnya kemampuan siswa itu sendiri dalam melakukan gerak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas I, II dan III yang berjumlah 100 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling, maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 25 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan Test Of Gross Motor Development edisi ke-2. Tes Gerak Dasar Lokomotor meliputi: lari, langkah kuda, lompat dengan injitan kaki, lari diiringi dengan lompatan, lompat satu arah sejauh mungkin dan lari menyamping. Tes Objek Kontrol meliputi: memukul bola diam, dribble diam, menangkap, menendang, melempar dari atas, dan menggelindingkan bola. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif (tabulasi frekuensi). Hasil penelitian profil keterampilan gerak dasar lokomotor pada kelas interval &lt; 12 untuk keterampilan lokomotor, terdapat sebanyak 1 orang siswa (4,00%) dengan klasifikasi “Sangat Kurang”. Pada kelas interval 12 – 14 terdapat 8 orang siswa (32,00%) dengan klasifikasi “Kurang”. Pada kelas interval 15 – 17 terdapat sebanyak 5 orang siswa (20,00%) dengan klasifikasi “Sedang”. Pada kelas interval 18-20 terdapat sebanyak 10 orang (40,00%) siswa dengan klasifikasi “Baik”. Terakhir, pada kelas interval &gt; 20 terdapat 1 orang siswa (4,00%) dengan klasifikasi “Sangat Baik”. Dan objek kontrol pada kelas interval &lt;10 untuk kemampuan objek kontrol siswa terdapat 0 (0%) orang siswa dengan klasifikasi “Sangat Kurang”. Pada kelas interval 10-14 terdapat 11 (44%) orang siswa dengan klasifikasi “Kurang”. Pada kelas interval 15-19 terdapat sebanyak 9 (36%) orang siswa dengan klasifikasi “Sedang”. Pada kelas interval 20-24 (12%) terdapat sebanyak 3 orang siswa dengan klasifikasi “Baik”. Terakhir, pada kelas interval &gt;24 terdapat 2 (8%) orang siswa dengan klasifikasi “Sangat Baik”.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">LC Special aspects of education</mods:classification><mods:classification authority="lcc">S Sport</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FIK UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>