<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Pengelompokan Wilayah Potensi Kebakaran Hutan dan lahan di Pulau Kalimantan Berdasarkan Persebaran Titik Panas Menggunakan Metode Clustering Lagre Application</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rahmika</mods:namePart><mods:namePart type="family">Alya</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pulau Kalimantan memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan yang tinggi akibat luasnya lahan gambut yang mudah terbakar serta masih adanya praktik pembukaan lahan dengan cara membakar oleh masyarakat di wilayah pedalaman Pulau Kalimantan. Banyaknya sebaran titik panas yang terdeteksi di Pulau Kalimantan juga menunjukkan bahwa wilayah ini merupakan salah satu wilayah dengan risiko kebakaran hutan dan lahan yang besar. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya metode analisis yang mampu memetakan wilayah rawan kebakaran secara efektif, salah satunya melalui pengelompokan wilayah berdasarkan potensi kebakaran. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui hasil pengelompokan titik panas di Pulau Kalimantan tahun 2024 menggunakan metode CLARA, serta mengevaluasi kualitas klaster yang terbentuk dan mengidentifikasi karakteristik masing-masing klaster yang dihasilkan. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian terapan dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data titik panas di Pulau Kalimantan tahun 2024 yang bersumber dari website NASA FIRMS dari satelit Terra/Aqua tipe sensor MODIS. Indikator titik panas yang digunakan pada penelitian ini adalah brightness, confidence, bright_t31, dan FRP, dengan tahapan analisis meliputi pemeriksaan pencilan, standardisasi data, analisis klaster menggunakan metode CLARA, kemudian validasi hasil klaster. Hasil penelitian dari Pengelompokan wilayah potensi kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan berdasarkan sebaran titik panas pada tahun 2024 dengan menggunakan metode CLARA menunjukkan terbentuknya 2 klaster, klaster 1 dengan karakteristik sebagai kelompok dengan potensi kebakaran hutan dan lahan yang rendah dan klaster 2 dengan kelompok wilayah dengan potensi kebakaran hutan dan lahan yang tinggi. Klaster 1 terdeteksi sebanyak 7.605 titik dan klaster 2 sebanyak 2.656 titik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">HA Statistics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-01</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Statistika FMIPA UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>