%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Putri, Lenny Gustia %A FBS UNP, %B Pendidikan Sendratasik FBS UNP %D 2026 %F repounp:48014 %I Universitas Negeri Padang %K Adaptasi, Unsur Instrinsik, Novel, Teater Musikal, Sitti Nurbaya %T Adaptasi Novel Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai Karya Marah Rusli dalam Pertunjukan Teater Musika %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/48014/ %X Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adaptasi unsur instrinsik antara novel Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai Karya Marah Rusli dalam bentuk pertunjukan teater musikal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Jenis data merupakan pertunjukan teater musikal yang diadaptasi dari sumber data utama yaitu novel Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai Karya Marah Rusli. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, teknik memahami, serta pencatatan bagian-bagian yang relevan sesuai 4 elemen pada rekapitulasi lampiran 1. Analisis data dilakukan melalui identifikasi, perbandingan, dan penarikan kesimpulan terkait apa yang dipertahankan, diubah, ditambahkan, dihilangkan, pada unsur instrinsik yang ditemukan. Hasil penelitian dari hasil rekapitulasi menunjukan bahwa proses adaptasi novel Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai Karya Marah Rusli ke dalam bentuk teater musikal tidak hanya memindahkan isi cerita, tetapi melibatkan berbagai perubahan sesuai dengan kebutuhan pertunjukan. Perubahan tersebut meliputi 4 elemen yaitu dipertahankan, diubah, ditambahkan, dan dihilangkan. Elemen yang dipertahankan merupakan elemen untuk menjaga identitas karya asli agar cerita nya tidak hilang, serta mempertahankan pesan moral atau gagasan utama penulis novel Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai, dan memudahkan penonton yang sudah mengenal cerita tetap memahami versi adaptasi. Elemen diubah biasanya dilakukan untuk menyesuaikan degan keterbatasan panggung, menguatkan efek dramatik secara visual agar lebih menarik, serta menyesuaikan dengan bahasa teatrikal dan musikal. Elemen ditambahkan merupakan penambahan yang dilakukan untuk memperkuat unsur musikal dan estetika pertunjukan, serta membantu menjelaskan bagian cerita yang dalam novel hanya berupa narasi. Elemen dihilangkan dilakukan untuk menyesuaikan durasi pementasan yang terbatas, serta fokus pada konflik utama agar lebih kuat secara dramatik. Keempat elemen tersebut muncul karena adaptasi bukan sekedar memindahkan isi cerita, tetapi juga merupakan proses reinterprestasi kreatif.