<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Evaluasi Potensi Pseudomonas Berfluoresen dari Rizosfer Berbagai Tanaman dalam Produksi Indole Acetic Acid (IAA)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Annisa Fitri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Humaira</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pseudomonas berfluoresen merupakan kelompok bakteri yang hidup di wilayah rizosfer tanaman yang mampu menghasilkan hormon Indole Acetic Acid (IAA). IAA merupakan hormon auksin alami yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. IAA yang diproduksi oleh pseudomonas berfluoresen merangsang pemanjangan sel, pembelahan sel, serta pembentukan dan perkembangan sistem perakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi isolat pseudomonas berfluoresen yang berasal dari rizosfer berbagai tanaman dalam memproduksi Indole Acetic Acid (IAA). Isolat pseudomonas berfluoresen yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 15 isolat, yaitu Cas, Cas3, LAH S1, LAH P2, LAH T1, LAH T2, PJ1, PJ2, PB1, PB3, S31, S32, S36, S40, dan KD7 yang berasal dari rizosfer berbagai tanaman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2025 di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan meliputi uji kualitatif dengan mengamati perubahan warna menggunakan reagen Salkowsky dan uji kuantitatif dengan mengukur nilai absorbansi menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 530 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh isolat pseudomonas berfluoresen dari rizosfer berbagai tanaman berpotensi dalam memproduksi IAA yang ditandai dengan terbentuknya warna merah muda setelah penambahan reagen Salkowsky. Secara kuantitatif, konsentrasi IAA yang diproduksi oleh masing-masing isolat bervariasi dengan kisaran 0,51-5,32 ppm. Isolat pseudomonas berfluoresen LAH T1 menunjukkan potensi tertinggi dalam produksi IAA dengan konsentrasi sebesar 5,32 ppm, sedangkan isolat pseudomonas berfluoresen S36 menghasilkan konsentrasi IAA terendah sebesar 0,51 ppm.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Q Science (General)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">QH301 Biology</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-01</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri padang;BIOLOGI FMIPA UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>