<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Inventarisasi Jenis-Jenis Kepiting (Arthropoda: Decapoda) di Kawasan Pantai Air Manis Kecamatan Padang Selatan Kota Padang</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Anisah</mods:namePart><mods:namePart type="family">Aulina</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kepiting merupakan salah satu fauna khas ekosistem pesisir dan estuari yang memiliki peran penting secara ekologis, ekonomis, dan sosial. Dokumentasi mengenai keanekaragaman jenis kepiting di berbagai daerah masih sangat terbatas, terutama di kawasan pesisir Sumatera Barat. Padahal, informasi terhadap keanekaragaman hayati lokal sangat penting sebagai dasar perencanaan konservasi dan pengelolaan sumber daya hayati secara berkelanjutan. Salah satu wilayah pesisir yang memiliki potensi sumber daya hayati tinggi di Kota Padang adalah Pantai Air Manis. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Oktober 2025-April 2026 dengan menggunakan dua metode, yaitu tangkap langsung (hand collecting) dan perangkap berupa bubu payung. Sampel yang didapatkan dikoleksi, dilakukan pemotretan serta diawetkan menggunakan alkohol bertingkat 40%, 60% dan alkohol 96% dengan waktu yang ditentukan. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang menggunakan website crab database serta buku acuan identifikasi. Data yang didapatkan dibuat dalam bentuk tabel berisi daftar jenis yang terdiri dari family, genus, dan spesies pada setiap individu kepiting (Arthropoda: Decapoda) pada setiap tipe habitat yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 13 spesies kepiting yang tergolong ke dalam beberapa famili, yaitu Portunidae, Matutidae, Xanthidae, Pilumnidae, Eriphiidae, dan Ocypodidae. Spesies dari famili Portunidae dan Matutidae umumnya ditemukan pada habitat pesisir berpasir karena memiliki adaptasi berupa kaki renang dan kemampuan menggali, sedangkan spesies dari famili Xanthidae, Pilumnidae, dan Eriphiidae lebih banyak ditemukan pada habitat karang yang menyediakan perlindungan berupa celah batu.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Q Science (General)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">QH301 Biology</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri padang;BIOLOGI FMIPA UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>