%D 2025 %T Pengaruh Model Pembelajaran Flipped Classroom terhadap Hasil Belajar Siswa pada materi Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 2 Lubuk Sikaping %L repounp47975 %X Penelitian ini berawal dari temuan bahwa beberapa guru sejarah di sekolah belum menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dalam proses mengajar. Observasi awal selama Praktik Lapangan Kependidikan (PLK) menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah masih dilakukan secara tradisional, seperti ceramah dan pemberian tugas dari buku paket serta LKPD, tanpa melibatkan model pembelajaran yang mendorong keaktifan siswa. Guru belum menggunakan metode yang membantu pemahaman materi secara optimal, dan menurut siswa, pembelajaran terasa membosankan dan membingungkan. Akibatnya, siswa kesulitan memahami materi, yang berdampak pada rendahnya hasil belajar. Hal ini didukung oleh data tugas, LKPD, dan ulangan harian yang menunjukkan nilai siswa masih rendah, serta semangat belajar yang juga kurang. Penelitian ini menggunakan teknik judgement sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan guru sejarah. Dua kelas dipilih karena memiliki kesamaan materi dan kemampuan awal yang setara, dilihat dari nilai ulangan harian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji normalitas, data berdistribusi secara normal. Sementara itu, hasil uji homogenitas terhadap nilai pretest di kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang homogen. Pada analisis hipotesis, diketahui bahwa hasil pretest sebelum perlakuan diberikan memiliki nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis alternatif (Ha) ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa sebelum perlakuan diberikan, tidak terdapat pengaruh dari model pembelajaran Flipped Classroom terhadap hasil belajar siswa. Dengan kata lain, karena perlakuan belum diberikan saat pretest, maka belum tampak adanya pengaruh. Sebaliknya, pada hasil posttest diperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) yang lebih kecil dari 0,05, yang berarti hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan model pembelajaran Flipped Classroom terhadap hasil belajar siswa. Selanjutnya, berdasarkan analisis N-gain, diperoleh persentase sebesar 70,83%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh model pembelajaran Flipped Classroom terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 2 Lubuk Sikaping berada pada kategori cukup efektif, dengan nilai N-gain sebesar 70,83%. %I Universitas Negeri Padang %A Gina Gusnita Nanda