%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Luthfiyah, Andini Diva %A Fmipa, %B Statistika FMIPA UNP %D 2026 %F repounp:47972 %I Universitas Negeri Padang %K COX PROPORTIONAL HAZARDS, DIABETES MELITUS TIPE II, HAZARD RATIO, RAWAT INAP %T Analisis Survival Pasien Rawat Inap Diabetes Melitus Tipe II di Dr. RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi Menggunakan Cox Porportional Hazards Regression %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47972/ %X Diabetes Melitus Tipe II (DM Tipe II) merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi dan kematian selama perawatan. Berdasarkan SKI 2023, proporsi DM Tipe II di Provinsi Sumatera Barat sebesar 58,5%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Indonesia sebesar 50,2%. Proporsi penderita diabetes yang melakukan kontrol rutin juga lebih tinggi, yaitu 66,5% dibandingkan rata-rata nasional 59,2%. Peningkatan pasien rawat inap DM Tipe II di RSUD Dr. Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi yang disertai kematian selama perawatan menunjukkan pentingnya analisis ketahanan hidup pasien. Penelitian ini bertujuan memperoleh model Cox Proportional Hazards Regression dan mengestimasi hazard ratio faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan hidup pasien rawat inap DM Tipe II. Penelitian ini menggunakan data sekunder rekam medis pasien rawat inap DM Tipe II periode Januari 2024 hingga Desember 2025 sebanyak 441 pasien. Waktu ketahanan hidup didefinisikan sebagai lama rawat inap sejak tanggal masuk hingga keluar rumah sakit. Definisi kejadian pada penelitian ini adalah kematian selama rawat inap, sedangkan pasien selain meninggal dikategorikan tersensor. Analisis menggunakan Kaplan-Meier, uji Log-rank, dan Cox Proportional Hazards Regression dengan pemilihan model terbaik menggunakan backward elimination berbasis AIC. Hasil penelitian menunjukkan 57 pasien (12,93%) mengalami kematian dan 384 pasien (87,07%) tersensor. Model terbaik memuat komplikasi, jenis kelamin, hipertensi, dan infeksi. Faktor signifikan terhadap hazard kematian adalah komplikasi akut, komplikasi kronis, hipertensi, dan infeksi. Pasien dengan komplikasi akut memiliki risiko kematian 5,46 kali, komplikasi kronis 2,58 kali, dan infeksi 1,99 kali lebih tinggi. Komplikasi dan infeksi merupakan faktor utama yang memengaruhi ketahanan hidup pasien.