%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Husna, Deri Aldewita %A FIK UNP, %B Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FIK UNP %D 2025 %F repounp:47962 %I Universitas Negeri Padang %K ANALISIS SOAL OBJEKTIF SUMATIF %T Analisis Soal Objektif Sumatif Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Kelas XII Fase F di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Lengayang Tahun 2024 %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47962/ %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penyusunan soal objektif yang berkualitas dalam pelaksanaan Asesmen sumatif akhir. Soal yang tidak memenuhi kriteria kualitas dapat memengaruhi keakuratan hasil evaluasi belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas butir soal objektif mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) kelas XII fase F di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Pesisir Selatan Tahun Ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Data diperoleh dari hasil ujian sebanyak 50 butir soal pilihan ganda yang dikerjakan oleh 35 siswa. Teknik analisis data dilakukan secara manual menggunakan Microsoft Excel dengan merujuk pada pedoman analisis butir soal yang mencakup analisis validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh. Hasil Penelitian Ini menunjukkan bahwa dari 50 butir soal terdapat sebagai berikut: 1) Berdasarkan tingkat validitas sebanyak 17 butir (34%) dinyatakan Valid dan 33 butir (66%) dinyatakan tidak valid. 2) Berdasarkan hasil perhitungan Reliabilitas menunjukkan jika soal pilihan ganda memiliki koefisien Reliabilitas < 0,70 dengan nilai 0,64 yang berarti belum termasuk ke dalam Reliabilitas tinggi (un-reliable). 3) Berdasar kan tingkat kesukaran yang tergolong mudah 52%, sadang 48%, Sukar 0%. 4) Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa sebanyak 9 soal (18%) tergolong dalam kategori sangat jelek, 17 soal (34%) termasuk kategori jelek, 8 soal (16%) berada dalam kategori cukup, 13 sboal (26%) termasuk kategori baik, dan hanya 3 soal (6%) yang memiliki daya pembeda sangat baik. 5) dan uji efektivitas pengecoh diketahui bahwa dari keseluruhan butir soal yang dianalisis, sebanyak 50% termasuk dalam kategori pengecoh yang baik, sedangkan 50% sisanya termasuk dalam kategori pengecoh yang kurang baik