<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pembelajaran Seni Tari di SMA Negeri 1 Lengayang&#13;
Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Noriza</mods:namePart><mods:namePart type="family">Putri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran seni tari di SMA Negeri 1 Lengayang Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen penelian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan alat tulis dan kamera. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran seni tari di SMA Negeri 1 Lengayang Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan memiliki tiga tahapan yakni, perencananaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru menyusun pembelajaran dengan mengacu pada modul ajar Kurikulum Merdeka yang memuat capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, metode, media, serta asesmen. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilaksanakan dalam empat kali pertemuan yang berlangsung secara bertahap, yaitu pertemuan pertama membahas pengertian makna dan simbol tari, pertemuan kedua membahas fungsi makna dan simbol tari, pertemuan ketiga membahas makna dan simbol dalam tata rias dan busana tari, serta pertemuan keempat membahas makna dan simbol dalam level dan pola lantai. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pembelajaran telah melalui tahap pendahuluan, inti, dan penutup, namun guru masih cenderung menggunakan metode ceramah yang dipadukan dengan tanya jawab serta memanfaatkan media sederhana seperti buku paket dan papan tulis, sehingga keterlibatan dan keaktifan peserta didik masih tergolong rendah dan pembelajaran cenderung berpusat pada guru. Pada tahap evaluasi, penilaian lebih menekankan pada asesmen formatif yang dilakukan secara berkelanjutan melalui pengamatan terhadap keaktifan, diskusi, dan presentasi peserta didik, serta pemberian umpan balik secara langsung untuk mengetahui pemahaman mereka terhadap materi, sedangkan asesmen sumatif tidak dilaksanakan secara khusus dalam bentuk tes akhir</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">NX Arts in general</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Pendidikan Sendratasik FBS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>