@phdthesis{repounp47912, title = {Bandar Betsy : Jejak PKI di Tanah Batak pada Tahun 1965}, school = {Universitas Negeri Padang}, year = {2025}, author = {Hutagaol, Rizki P. I}, abstract = {Penelitian ini berjudul "Bandar Betsy: Jejak PKI di Tanah Batak Tahun 1965", yang mengkaji salah satu peristiwa agraria paling penting di Sumatera Utara menjelang tragedi nasional 1965. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa peristiwa Bandar Betsy bukan sekadar konflik perebutan tanah, melainkan juga cerminan dari ketegangan politik dan sosial yang lebih luas di Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin. Penelitian ini berupaya menjawab dua rumusan masalah utama, yaitu: bagaimana peristiwa Bandar Betsy tahun 1965 dapat terjadi di tengah ketegangan politik dan konflik agraria di Simalungun, serta apa dampak sosial-politik yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut terhadap masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah dengan empat tahapan kerja, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data penelitian diperoleh melalui studi literatur dan wawancara mendalam dengan saksi-saksi serta pihak terkait, seperti masyarakat lokal, aparat pemerintah, dan pihak perkebunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa Bandar Betsy berakar pada ketimpangan penguasaan lahan antara petani dengan pihak perkebunan negara. Ketegangan meningkat ketika Barisan Tani Indonesia (BTI), sebagai organisasi underbouw PKI, menggalang aksi sepihak dengan dalih pelaksanaan Undang Undang Pokok Agraria 1960. Aksi tersebut berujung pada bentrokan dengan aparatmiliter yang menewaskan Letda Sujono pada 14 Mei 1965. Peristiwa ini membawa dampak luas bagi masyarakat Bandar Betsy. Setelah kejadian tersebut, pemerintah dan aparat keamanan melakukan tindakan represif terhadap warga yang dicurigai terlibat dengan BTI dan PKI. Banyak keluarga mengalami stigma sosial, kehilangan pekerjaan, dan rasa takut yang berlangsung hingga beberapa dekade kemudian. Penelitian ini menegaskan bahwa peristiwa Bandar Betsy merupakan bagian penting dari sejarah konflik agraria di Indonesia, yang memperlihatkan bagaimana persoalan tanah, ideologi, dan kekuasaan saling bertaut dalam membentuk dinamika sosial-politik di pedesaan Sumatera Utara.}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47912/} }