%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Febriani, Andini %A Fmipa, %B Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam FMIPA UNP %D 2026 %F repounp:47894 %I Universitas Negeri Padang %K MISKONSEPSI, REMEDIASI, MODEL CLIS, SUHU DAN KALOR, PEMBELAJARAN IPA %T Remediasi Miskonsepsi Peserta Didik SMP Pembangunan Laboratorium UNP Menggunakan Model Children Learning in Science (CLIS) Materi Suhu, Kalor, dan Pemuaian %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47894/ %X Miskonsepsi peserta didik dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi suhu, kalor, dan pemuaian masih sering ditemukan pada jenjang SMP dan berpotensi memengaruhi terbentuknya pemahaman konsep ilmiah yang tepat. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang berorientasi pada perubahan konseptual. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Children Learning in Science (CLIS) dalam meremediasi miskonsepsi peserta didik kelas VII SMP Pembangunan Laboratorium UNP. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan desain one group pretest–posttest yang melibatkan 25 peserta didik. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik untuk mengidentifikasi miskonsepsi, lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran, dan angket respons peserta didik. Data dianalisis menggunakan indeks Decrease of Quantitative Misconception (DQM) serta uji McNemar dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase miskonsepsi peserta didik menurun dari 23% pada tes pendahuluan (pretest) menjadi 10% pada posttest, sementara persentase peserta didik yang paham konsep meningkat dari 14% menjadi 54%. Penerapan model CLIS terlaksana dengan baik dengan nilai rata-rata keterlaksanaan model pembelajaran sebesar 73%. Analisis DQM menunjukkan efektivitas remediasi pada kategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 59%. Hasil uji McNemar memperoleh nilai Asymp. Sig. sebesar 0,000 dengan taraf signifikansi α = 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara konsepsi peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran. Selain itu, hasil angket menunjukkan respons peserta didik sebesar 71% dengan kategori baik. Dengan demikian, model CLIS efektif dalam menghasilkan perubahan konsepsi secara signifikan dan mendapat respons positif, sehingga berimplikasi pada peningkatan kualitas pembelajaran IPA.