<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Konten Pembelajara PPKn dalam Buku Ajar SD Kelas V untuk Mewujudkan Kesetaraan Gender</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Mely</mods:namePart><mods:namePart type="family">Kusmiyati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kesetaraan gender dalam konten pembelajaran pada buku ajar Pendidikan Pancasila Sekolah Dasar (SD) Kelas V Kurikulum Merdeka tahun 2023. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya buku ajar sebagai media strategis dalam membentuk persepsi peserta didik terhadap nilai-nilai keadilan dan kesetaraan sejak usia dini. Meskipun kebijakan pendidikan nasional telah menekankan prinsip non-diskriminasi, berbagai penelitian terdahulu masih menemukan bias gender dalam buku ajar, baik pada tingkat narasi maupun visualisasi. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya meninjau sejauh mana buku Pendidikan Pancasila Kelas V telah mencerminkan prinsip kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) yang bersifat deskriptif. Objek penelitian adalah buku Pendidikan Pancasila SD Kelas V Kurikulum Merdeka (2023). Analisis dilakukan menggunakan instrumen lembar coding berdasarkan “Kriteria Analisis Kesetaraan Representasi Gender” oleh Rifkin (2015). Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku Pendidikan Pancasila SD Kelas V secara umum telah berupaya menghadirkan pembelajaran yang inklusif dan mencerminkan kesetaraan representasi. Meskipun demikian, masih ditemukan ketimpangan dalam beberapa prinsip dalam kategori analisis gambar dan analisis teks verbal Dimana di gambarkan laki-laki subjek aktif dan pelaku utama dibanding perempuan. Secara linguistik dan visual, buku ini tergolong cukup netral, namun belum sepenuhnya afirmatif dalam menampilkan peran profesional dan kepemimpinan perempuan. Temuan ini menegaskan perlunya penyusunan buku ajar yang lebih responsif gender agar nilai-nilai kesetaraan dan keadilan sosial dalam Kurikulum Merdeka benar-benar terinternalisasi. Peran guru menjadi penting sebagai fasilitator kritis dalam menafsirkan dan menyampaikan materi pembelajaran secara setara bagi semua peserta didik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">H Social Sciences (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum FIS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>