TY - THES PB - Universitas Negeri Padang M1 - Skripsi UR - https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47865/ ID - repounp47865 N2 - Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang Implementasi Sekolah aman anti kekerasan di SMAN 1 Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini penting untuk diteliti karena sekolah ini merupakan sekolah di kabupaten Lima Puluh Kota yang menjalankan kebijakan permendiktiristek No 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan dalam menciptakan sekolah aman anti kekerasan di sekolah. Teori yang digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini adalah teori struktural fungsional oleh Talcott Parsons dengan skema AGIL. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif tipe studi kasuss. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemilihan informan memakai purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 15 orang, dengan kriteria kepala sekolah, wakil kesiswaan, tata usaha (TU), guru mata pelajaran, tim TPPK, peserta didik, guru Bimbingan Konseling (BK), PKS (Polisi Keamanan Sekolah), satpam sekolah. Teknik analisis data dilakukan dengan skema analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menemukan bahwa implementasi sekolah aman anti kekerasan di SMAN 1 Suliki sudah berjalan walaupun belum optimal. Dalam pelaksanaan program sekolah menggunakan pertama tahapan perencanaan sekolah yaitu mengeluarkan surat keputusan mengenai Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), pembentukan tim TPPK, sosialisasi kebijakan kepada warga sekolah, menyediakan sarana dan prasarana. Kedua tahap pelaksanaan program sekolah aman anti kekerasan terdapat 3 program yang dijalankan yaitu 1) pelaksanaan sosialisasi dan edukasi anti kekerasan dalam kegiatan upacara Bendera dan Muhadharah di lapangan, sosialisasi melalui media, dan dalam ruangan. 2) Integrasi nilai anti kekerasan dalam pembelajaran. 3) Mekanisme pelaporan dan tindak lanjut kekerasan meliputi penerimaan laporan, identifikasi kasuss, pendampingan korban dan pelaku, penerapan sanksi, Ketiga tahapan evaluasi pelaksanaan program yaitu dengan melakukan kegiatan 1 kali dalam setahun. Dalam pelaksanaan program sekolah aman anti kekerasan terdapat kendala yang dihadapi berupa 1) kurangnya kolaborasi antar tim TPPK 2) Minimnya dukungan orang tua 3) komunikasi yang tidak efektif. 4) Kurangnya pengawasan CCTV. Hal ini yang menyebabkan pelaksanaan program sekolah aman anti kekerasan di SMAN 1 Suliki belum berjalan secara optimal. AV - public TI - Implementasi Sekolah Aman Anti Kekerasan di SMAN 1 Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota A1 - Novita, Dinda Y1 - 2025/// ER -