TY - THES PB - Universitas Negeri Padang M1 - Skripsi UR - https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47862/ ID - repounp47862 N2 - Tradisi mendarahi rumah merupakan tradisi yang biasa dilakukan masyarakat Kampung Tandikat Air Jambu saat pembangunan rumah baru. Tradisi mendarahi rumah baru ini selalu dilaksanakan oleh masyarakat Kampung Tandikat Air Jambu, dengan serangkaian proses pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan simbol dan proses pelaksanaan mendarahi rumah baru, menganalisis makna dari tradisi mendarahi rumah baru dan apa alasan masyarakat Tandikat Air Jambu mempertahankan tradisi mendarahi rumah baru ini. Penelitian ini dianalisis dengan teori interpretivisme simbolik oleh Clifford Geertz. Kebudayaan meurut Geertz merupakan jaringan dari simbol-simbol yang memiliki makna bagi masyarakat. Makna dari simbol-simbol ditafsirkan masyarakat dari setiap kegiatan atau praktek yang mereka laksanakan. Simbol- simbol yang terdapat pada proses tradisi mombasuoh kaki kemudian dimaknai oleh masyarakat dan pemaknaan simbol digunakan sebagai kontrol sosial masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemilihan informan memakai teknik purposive sampling dengan jumlah informan 15 orang, dengan kriteria tokoh Tokoh Agama, Tokoh Adat/Ninik Mamak, Tukang dan masyarakat Kampung Tandikat Air Jambu yang terlibat dalam melakukan tradisi mendarahi rumah baru. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam (indepth interview) dan studi dokumen. Teknik analisis data mengacu pada teknik analisis yang dikembangkan oleh Clifford Geertz yaitu; (1) hermeneutik data; (2) menginterpretasikan data; (3) interpretatif direpresentasikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahwa proses pelaksanaan tradisi mendarahi rumah baru ini dimulai dari pemilihan jenis ayam terlebih dahulu dan nanti ayam akan dipotong diatas batu yang sudah dikumpulkan atau ditumpuk menjadi tiga buah dan yang terakhir ayam yang dipotong tadi akan dimasak dan dimakan bersama-sama. Makna Tradisi mendarahi rumah secara emik adalah: (1) sebagai simbol penolak bala dan gangguan gaib, (2) sebagai simbol sarat adat dalam mendirikan sebuah rumah di kampung Tandikat air jambu. Sedangkan makna tradisi mendarahi rumah secara etik adalah; (1) untuk menunjukkan adanya solidaritas antara masyarakat yang ada di kampung tadikan air jambu, (2) menunjukkan adanya identitas. AV - public TI - Makna Tradisi Mendarahi Rumah Baru (Studi Kasus: Masyarakat di Kampung Tandikat Air Jambu, Kecamatan Lingo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan) A1 - Fitri, Eka Y1 - 2025/// ER -