%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Mahdyyah, Fatyyah %A Universitas Negeri Padang, %B Sosiologi FIS UNP %D 2025 %F repounp:47830 %I Universitas Negeri Padang %T Habitus Masyarakat Nagari Situmbuk dalam Pengobatan Tradisional Bedah Ayam %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47830/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan habitus masyarakat Nagari Situmbuk dalam pengobatan tradisional bedah ayam. Penelitian ini menarik karena praktik pengobatan bedah ayam masih bertahan dan menjadi pilihan utama masyarakat di tengah berkembangnya pengobatan medis modern. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyembuhan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori habitus Pierre Bourdieu. Habitus dipahami sebagai struktur sosial yang terbentuk dari pengalaman dan kebiasaan yang berlangsung lama, sehingga mempengaruhi cara individu berpikir dan bertindak dalam kehidupan sosial. Dalam hal ini, masyarakat Situmbuk membangun pola tindakan dan kepercayaan yang membuat mereka lebih memilih pengobatan bedah ayam dibandingkan pengobatan medis modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap dukun bedah ayam, pasien, tokoh masyarakat, dan tenaga Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik bedah ayam telah menjadi bagian dari habitus masyarakat yang terbentuk melalui pewarisan tradisi dan pengalaman sosial secara turun-temurun. Masyarakat Situmbuk memandang bedah ayam bukan hanya sebagai pengobatan, tetapi juga sebagai sarana untuk mengetahui penyakit, bahkan disamakan dengan pemeriksaan rontgen di rumah sakit. Kepercayaan, dan pengaruh keluarga turut memperkuat pilihan masyarakat untuk berobat ke dukun bedah ayam sebelum ke tenaga medis modern. Dalam perspektif Pierre Bourdieu, habitus ini lahir dari struktur sosial dan budaya yang sudah lama, sehingga menghasilkan tindakan dan pola pikir kolektif yang terus direproduksi dari generasi ke generasi.