<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Problematika Guru Biologi dalam Integrasi Biologi dan Islam pada Pembelajaran di Madrasah Aliyah se-Kota Padang Panjang</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Syifa Dwi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rahma</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Integrasi nilai Islam dalam pembelajaran Biologi di Madrasah Aliyah merupakan tuntutan keputusan menteri agama untuk membangun kecerdasan intelektual dan spiritual murid secara holistik. Namun, guru Biologi MA se-Kota Padang Panjang masih menghadapi berbagai problematika dalam implementasinya, seperti kesulitan menemukan referensi ayat Al-Qur’an dan Hadis yang relevan, minimnya pelatihan khusus, keterbatasan bahan ajar, serta kendala dalam perencanaan pembelajaran dan sarana pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat problematika dalam mengintegrasikan pembelajaran biologi dengan Islam di Madrasah Aliyah se-Kota Padang Panjang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh guru biologi di Madrasah Aliyah se-Kota Padang Panjang yang berjumlah 9 orang dari 6 madrasah. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sehingga seluruh anggota populasi menjadi sampel penelitian. Instrumen penelitian berupa angket dengan skala Likert yang terdiri dari 61 butir pernyataan yang telah divalidasi. Data dianalisis dengan menghitung indeks persentase untuk menentukan kriteria tingkat problematika guru. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat problematika guru dalam mengintegrasikan pembelajaran biologi dengan Islam di Madrasah Aliyah se-Kota Padang Panjang berada pada kategori tinggi dengan kriteria bermasalah, dengan rerata persentase 81,05%. Persentase tertinggi terdapat pada aspek evaluasi/asesmen terintegrasi sebesar 84,38% sedangkan persentase terendah terdapat pada aspek pemahaman guru tentang integrasi sebesar 76,19%. Kesimpulannya, guru menghadapi kendala dalam melaksanakan integrasi pembelajaran biologi dan Islam. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemahaman guru, kompetensi pedagogik guru, pelatihan dan pengembangan guru, perencanaan pembelajaran, dan evaluasi terintegrasi nilai Islam yang memadai pelaksanaan pembelajaran integrasi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">L Education (General)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">QH301 Biology</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri padang;Pdd. BIOLOGI FMIPA UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>