%D 2025 %T Fungsi Keluarga pada Pasangan Pernikahan Dini di Desa Kebun Baru Kecamatan Gunung Raya, Kerinci, Jambi %L repounp47798 %X Pernikahan dini masih menjadi fenomena sosial yang banyak dijumpai di berbagai wilayah, termasuk di Desa Kebun Baru, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci. Pernikahan di usia muda membawa konsekuensi yang kompleks, terutama dalam menjalankan fungsi-fungsi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pasangan pernikahan dini menjalankan fungsi edukasi dan ekonomi dalam kehidupan rumah tangga mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus eksplanatoris. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive, terdiri dari pasangan pelaku pernikahan dini, orang tua, tokoh masyarakat, dan perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi edukasi belum berjalan secara optimal. Pasangan muda umumnya belum siap menjalankan peran sebagai pendidik karena keterbatasan usia, pengalaman, dan pendidikan. Pendidikan anak dilakukan secara spontan dan lebih banyak diserahkan kepada orang tua mereka (kakek/nenek anak). Sementara itu, fungsi ekonomi juga masih bersifat adaptif. Banyak pasangan yang belum memiliki pekerjaan tetap dan bergantung pada keluarga besar. Peran ekonomi dijalankan secara terbatas, tanpa perencanaan jangka panjang. Analisis menggunakan teori AGIL Talcott Parsons menunjukkan bahwa pasangan muda telah melakukan fungsi adaptasi (adaptation) dan integrasi (integration) dalam bentuk sederhana, namun belum sepenuhnya mencapai fungsi pencapaian tujuan (goal attainment) dan pemeliharaan pola nilai (latency). Dukungan dari keluarga besar dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menopang keberlangsungan keluarga muda. Dengan demikian, peran keluarga pada pasangan pernikahan dini masih berada dalam proses belajar dan adaptasi terhadap tuntutan peran sosial sebagai suami-istri dan orang tua. %I Universitas Negeri Padang %A Laori Zola Endria