%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Ramadhani, Syukri %A Fmipa, %B Kimia FMIPA UNP %D 2026 %F repounp:47788 %I Universitas Negeri Padang %K LATAR BELAKANG EKONOMI, FASILITAS TEKNOLOGI, MOTIVASI BELAJAR KIMIA. %T Analisis Profil Latar Belakang Ekonomi dan Ketersediaan Fasilitas Teknologi terhadap Motivasi Belajar Kimia %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47788/ %X Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil latar belakang ekonomi keluarga dan ketersediaan fasilitas teknologi siswa di tiga SMA Negeri di Sumatera Barat, serta pengaruhnya terhadap motivasi belajar kimia. Metode yang dipergunakan adalah survei deskriptif dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah siswa SMA Negeri 5 Padang, SMA Negeri 2 Pariaman, SMA Negeri 3 Bukittinggi, dan SMA Negeri 2 Ranah Batahan yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan mempergunakan angket daring yang diadaptasi dari instrumen Muliawan (2019), mencakup tiga dimensi: data demografis, profil sosial-ekonomi keluarga, ketersediaan fasilitas teknologi. Sedangkan instrumen tentang motivasi belajar kimia di adaptasi dari Chemistry Motivation Questionnaire II (CMQ II) yang dikembangkan oleh Salsabila dkk. (2023). Kualitas instrumen diadaptasi dari instrumen Muliawan (2019) diuji kepada siswa kelas X Fase E SMA Negeri 5 Padang menggunakan pemodelan Rasch dengan aplikasi Winstep 5.10.1.0. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa terkategori kelas ekonomi menengah ke bawah (n=18) dan ketersediaan fasilitas teknologi hanya sebatas memiliki smartphone dan bergantung pada kuota pribadi. Namun, skor motivasi belajar kimia mereka menunjukkan rata-rata skor Motivasi Intrinsik yang tinggi (3.07) dan rata-rata Determinasi Diri yang sangat kuat (3.07). Pada kelas ekonomi menengah ke atas (n=5) ketersediaan fasilitas teknologi lebih memadai dimana sebagian siswa telah difasilitasi smartphone, laptop dan tablet serta menggunakan kuota pribadi dan WiFi di rumah. Kelas ini mencatatkan rata-rata tertinggi pada dimensi Determinasi Diri (3.08) dan rata-rata Motivasi Intrinsik yang tergolong tinggi (3.04). Sementara itu, pada kelas ekonomi atas (n=3) ketersediaan dukungan SES dan kelengkapan infrastruktur teknologi pada kelas ekonomi atas tidak berbanding lurus dengan tingginya motivasi belajar. Kelas ini hanya mencetak rata�rata Motivasi Intrinsik sebesar 2.87, Determinasi Diri 2.60, dan Efikasi Diri yang berada di titik terbawah yakni 2.40 lebih rendah dari kelas lainnya. Di sisi lain, terdapat kesenjangan digital berupa minimnya pemanfaatan dan ketersediaan konten/media digital seperti media interaktif dan Artificial Intelligent (AI) spesifik untuk materi kimia yang diakses siswa dalam belajar kimia. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pengembangan media pembelajaran kimia berbasis smartphone yang interaktif, mobile-friendly, dan hemat kuota untuk menjembatani kesenjangan ekonomi dan meningkatkan motivasi belajar siswa secara inklusif.