@phdthesis{repounp47721, month = {May}, title = {Pengaruh Komposisi Nanosilika terhadap Sifat Self-Healing dan Hidrofobik Aspal Hibrida Berbasis Mikroorganisme}, school = {Universitas Negeri Padang}, year = {2026}, author = {Khadafi, Muhamad Khalid}, keywords = {NANOSILIKA, ASPAL HIBRIDA, SELF-HEALING, HIDROFOBIK, SUDUT KONTAK, ESCHERICHIA COLI, MICP, CACO{$_3$}.}, abstract = {Kerusakan jalan akibat retakan dan penetrasi air masih menjadi permasalahan utama pada aspal. Aspal memiliki kemampuan self-healing alami yang terbatas serta mudah mengalami kerusakan akibat kelembapan sehingga umur layan jalan menjadi lebih pendek. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas aspal adalah dengan memanfaatkan nanosilika dan metode Microbially Induced Calcium Precipitation (MICP) berbasis bakteri Escherichia coli. Nanosilika berperan dalam meningkatkan sifat hidrofobik dan memperkuat struktur aspal, sedangkan bakteri E. coli membantu pembentukan endapan CaCO{$_3$} untuk menutup retakan kecil pada permukaan aspal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi komposisi nanosilika terhadap sifat self-healing dan hidrofobik aspal hibrida berbasis mikroorganisme. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan variasi nanosilika sebesar 0\%, 3\%, 5\%, dan 9\% dari berat aspal. Sampel dibuat menggunakan metode pencampuran panas dengan teknik blending dan dipadatkan menggunakan metode Marshall standar SNI 06-2489-1991. Bakteri Escherichia coli diaplikasikan pada permukaan aspal menggunakan metode smear coating untuk mendukung proses MICP. Pengujian dilakukan melalui uji self-healing menggunakan parameter Crack Closure Ratio (CCR), pengukuran sudut kontak menggunakan software ImageJ, serta karakterisasi material menggunakan FTIR, FESEM, dan XRD untuk mengidentifikasi perubahan gugus fungsi, morfologi permukaan, dan pembentukan kristal CaCO{$_3$}. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nanosilika memberikan pengaruh terhadap peningkatan sifat self-healing dan hidrofobik aspal hibrida. Nilai CCR meningkat dari 18,75\% pada nanosilika 0\% menjadi 52,05\% pada 3\% dan mencapai nilai optimum sebesar 67,42\% pada nanosilika 5\%, kemudian menurun menjadi 38,24\% pada nanosilika 9\%. Sementara itu, nilai sudut kontak meningkat seiring bertambahnya kadar nanosilika, yaitu dari 76,555 {$\pm$} 7,074o pada nanosilika 0\% menjadi 88,986 {$\pm$} 2,685o pada 3\%, 98,151 {$\pm$} 2,979o pada 5\%, dan 107,833 {$\pm$} 5,446o pada 9\%. Peningkatan sudut kontak menunjukkan bahwa permukaan aspal menjadi lebih hidrofobik dan lebih mampu menolak air. Karakterisasi FTIR, FESEM, dan XRD juga menunjukkan adanya pembentukan endapan CaCO{$_3$} yang mengindikasikan terjadinya proses biomineralisasi melalui mekanisme MICP pada aspal hibrida}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47721/} }