%D 2024 %T Efektivitas Pelaksanaan Moving Clas pada Pembelajaran Sosiologi di SMAN 9 Padang %L repounp47705 %X Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan efektivitas pelaksanaan moving class pada pembelajaran sosiologi di SMAN 9 Padang. Moving class merupakan salah satu program dalam kurikulum merdeka dimana peserta didik diberikan kesempatan untuk memilih mata pelajaran pilihan sesuai dengan minat dan bakat peserta didik. Pelaksanaan moving class di SMA N 9 Padang dievaluasi menggunakan pendekatan CIPP (Context, Input, Process, and Product). Dalam menjelaskan efektivitas moving class ini, peneliti memerhatikan beberapa aspek menggunakan pendekatan CIPP yaitu latar belakang pelaksanaan moving class (context), evaluasi strategi pelaksanaan (input), evaluasi proses (process), evaluasi hasil dan dampak pelaksanaan moving class (product). Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah school well being. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, informan berjumlah 9 orang yang terdiri dari 4 orang guru dan 6 orang siswa. Triangulasi data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan moving class pada pembelajaran sosiologi di SMA N 9 Padang secara umum dapat dikatakan efektif. SMA N 9 Padang memiliki strategi yang cukup matang dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan perpindahan kelas, dilihat dari infrastruktur yang lengkap serta sarana dan prasarana yang disesuaikan dengan pembelajaran moving class (input). Tenaga pendidik juga menyesuaikan strategi mengajar dengan kelas bergerak pada kurikulum merdeka (process). Hasil penelitian menunjukkan bahwa moving class ini membuat kesehatan mental peserta didik menjadi lebih baik karena pembelajaran dengan moving class terasa lebih menyenangkan (health). Hal ini karena peserta didik tidak dibebankan dengan mata pelajaran serta tugas rumah yang banyak. Pada hari pelaksanaan moving class, peserta didik hanya perlu mempersiapkan 2 mata pelajaran dalam satu hari. Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dengan kelas bergerak dibuktikan dengan hasil belajar peserta didik yang menunjukkan peningkatan (product). Namun dalam adaptasinya SMA N 9 Padang masih terkendala dalam menciptakan suasana ruang belajar yang nyaman (having) karena tidak tersedianya penyejuk ruangan yang memadai. Hal ini dikhawatirkan memengaruhi pengalaman belajar peserta didik dalam penerapan moving class. %I Universitas Negeri Padang %A Sherly Yunimar