<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Rancang Bangun Alat Musik Gendang Taganing Elektrik Menggunakan Sensor Piezoelektrik Berbasis Teensy 4.1</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Gunawan</mods:namePart><mods:namePart type="family">Situmeang</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Taganing adalah alat musik tradisional Batak Toba yang terdiri dari enam gendang melodis dan memiliki peran penting dalam ansambel Gondang sabangunan. Ukuran yang besar, keterbatasan fisik, dan aksesibilitas yang rendah membuat alat musik ini sulit dipelajari dan dilestarikan oleh generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan Gendang Taganing elektrik menggunakan sensor piezoelektrik dan mikrokontroler Teensy 4.1 guna menghasilkan instrumen yang lebih praktis, ringan, dan responsif, namun tetap mempertahankan karakteristik nada tradisionalnya. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi modern untuk mendukung pelestarian musik Batak Toba. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rekayasa, yang meliputi tahap perancangan sistem, perakitan prototipe, dan pengujian kinerja alat. Sistem Gendang Taganing elektrik dirancang dengan mengintegrasikan sensor piezoelektrik sebagai pendeteksi getaran pukulan, mikrokontroler Teensy 4.1 sebagai pengolah sinyal utama, serta modul I2S DAC UDA1334A untuk menghasilkan keluaran audio. Pengujian dilakukan melalui karakterisasi sensor, perekaman dan analisis frekuensi nada, serta pengukuran tingkat ketepatan dan ketelitian hasil bunyi yang dibandingkan dengan Gendang Taganing tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem Gendang Taganing elektrik mampu menghasilkan suara dengan tingkat akurasi sebesar 98,39% terhadap Gendang Taganing tradisional, dengan persentase kesalahan rata-rata sebesar 1,59% dan ketelitian mencapai 99% pada nada uji. Sistem ini juga menunjukkan respons yang cepat dan stabil terhadap tekanan pada pad, sehingga mampu merepresentasikan karakteristik suara Gendang Taganing secara realistis. Dengan demikian, alat musik ini menjadi inovasi teknologi yang efektif untuk mendukung pelestarian budaya Batak Toba melalui pendekatan modern berbasis mikrokontroler</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">T Technology (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2025-11</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Fisika FMIPA UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>