%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Haqu, Amelia Roza %A Fmipa, %B Fisika FMIPA UNP %D 2026 %F repounp:47686 %I Universitas Negeri Padang %K MINERAL MAGNETIK, PUMICE, SUSEPTIBILITAS MAGNETIK, BARTINGTON MAGNETIC SUSCEPTIBILITY METER SENSOR TYPE B %T Analisis Nilai Suseptibilitas Magnetik Pada Pumice di Pariaman dan Lubuk Basung Menggunakan Bartington Magnetic Susceptibility Meter Sensor Type B %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47686/ %X Indonesia memiliki gunung api purba salah satunya gunung Sitinjau, aktivitas gunung purba ini menghasilkan kaldera Maninjau dan material piroklastik yang tersebar luas, salah satunya adalah pumice (batu apung) yang tersebar di Pariaman dan Lubuk Basung yang diperkirakan hasil dari letusan gunung maninjau purba yang diperkirakan terjadi 5200 tahun yang lalu. Pumice di Pariaman dan Lubuk Basung belum sepenuhnya diidentifikasi kandungan mineral magnetiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat magnetik yang terdapat pada pumice di Pariaman dan Lubuk Basung, serta menentukan apakah pumice dari Pariaman dan Lubuk Basung berasal dari letusan yang sama atau tidak. Sampel berupa pumice yang diambil pada kawasan Pariaman dan Lubuk Basung, di preparasi pada Laboratorium Geofisika Departemen Fisika dan sampel tersebut dikategorikan berdasarkan daerah tempat pengambilan. Sampel Pariaman berjumlah 189 holder dan Lubuk Basung berjumlah 459 holder yang sudah diukur menggunakan alat Bartington Magnetic Susceptibility Meter type B (MS2B), selanjutnya dilakukan uji statistik untuk mengetahui apakah sampel kedua lokasi berasal dari letusan yang sama atau tidak. Dari hasil pengukuran diketahui bahwa nilai suseptibilitas sampel pumice dari Pariaman dan Lubuk Basung bervariasi, berkisar antara 6,5×10-8m3 /kg ⎼ 626,4×10- 8m3 /kg. Pumice ini memiliki sifat antiferromagnetik dan ferrimagnetik, dengan hampir tidak memiliki bulir superparamagnetik, campuran superparamagnetik dan butiran kasar serta hampir seluruhnya bulir superparamagnetik. Berdasarkan nilai suseptibilitas didapatkan bahwa sampel pumice dari Pariaman dan Lubuk Basung memiliki karakteristik mineral magnetik yang sama namun secara statistik pumice di Pariaman dan Lubuk Basung tidak terdistribusi secara normal, tidak homogen dan terdapat perbedaan yang signifikan antara dua sampel yang artinya sampel pumice dari Pariaman dan Lubuk Basung merupakan hasil letusan gunung api yang sama (Gunung Maninjau Purba) dengan pusat letusan yang berbeda