<mets:mets OBJID="eprint_47675" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-10-10T02:32:57Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repository Universitas Negeri Padang</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_47675_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Syekh Mudo Abdul Qadim Belubus: Strategi dalam Menyebarkan Tarekat Naqsyabandiyah di Surau Belubus (1878 – 1957)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Abdul</mods:namePart><mods:namePart type="family">Hasan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini mengkaji tentang Syekh Mudo Abdul Qadim Belubus: Strategi Dalam Menyebarkan Tarekat Naqsyabandiyah di Surau Belubus (1878-1957). Penyebaran Islam di indonesia tidak lepas dari peran sufisme, yaitu metode ajaran islam dengan tasawuf atau tarekat. Sejarah masuknya tarekat Naqsyabandiyah masih menjadi perdebatan diantara para sejarawan karena sebagian peneliti menyebutkan bahwa tarekat Naqsyabandiyah disebarkan oleh Syekh Ismail al Minangkabawi, namun sebagian peneliti mengatakan bahwa tarekat Naqsyabandiyah disebarkan oleh Syekh Jalaluddin. Dalam perkembangannya, Syekh Ismail al-Minangkabawi memiliki peranan besar terhadap persebaran tarekat Naqsyabandiyah. Selain itu, Syekh Ibrahim Kumpulan juga memiliki peranan penting dalam penyebaran tarekat Naqsyabandiyah di Sumatera Barat. Salah satu Syekh yang terkenal di Sumatera Barat yang menghubungkan silsilah sanad tarekat Naqsyabandiyah kepada Syekh Ibrahim Kumpulan, yaitu Syekh Mudo Abdul Qadim Belubus yang berasal dari daerah Luhak Limo Puluh. Syekh Mudo Abdul Qadim berperan penting dalam penyebaran tarekat Naqsyabandiyah dan juga telah banyak ulama yang menyebutkan kebesaran beliau dalam ajaran tasawuf. Penelitian ini adalah penelitian sejarah dengan memakai metode sejarah dalam kajiannya, yaitu heuristik, kritik dan verifikasi, interpretasi serta historiografi. Penelitian ini memakai teknik wawancara untuk menghimpun data sekundernya. Penelitian dilakukan di Surau Belubus, Jorong Belubus, Kabupaten Lima Puluh Kota. Pembahasan dalam penelitian ini adalah tentang Strategi Syekh Mudo Abdul Qadim dalam menyebarkan tarekat Naqsyabandiyah di Surau Belubus. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Syekh Mudo Abdul Qadim memiliki strategi yang menarik dalam menyebarkan tarekat Naqsyabandiyah, yaitu dengan : Mendirikan Surau di Belubus Sebagai Pusat Penyebaran Ilmu Agama dan Tarekat, Menjadikan Silek Kumango Sebagai Media Penyebaran Tarekat Naqsyabandiyah, dan Menjadikan Tarekat Samaniyah Sebagai Perantara Untuk Masuk ke Tarekat Naqsyabandiyah. kemudian ada juga Perjuangan Syekh Mudo Abdul Qadim Sebagai Mursyid dan Tokoh Masyarakat. Dengan menggunakan strategi ini, Syekh Mudo Abdul Qadim berhasil menyebarkan tareakat Naqsyabandiyah, terutama di Surau Belubus. Selain itu beliau juga memiliki murid murid yang terkenal juga dan berperan penting dalam perkembangan islam di Sumatera Barat</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">H Social Sciences (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Sejarah FIS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_47675"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_47675_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong>
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic
metadata, I grant Repository Universitas Negeri Padang the right to store
them and to make them permanently available publicly for free on-line.
I declare that this material is my own intellectual property and I
understand that Repository Universitas Negeri Padang does not assume any
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and
associated bibliographic metadata that I am archiving at
Repository Universitas Negeri Padang is in the public domain. If this is
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the <em>Deposit Item Now</em> button indicates your agreement to these
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file OWNERID="https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47675/1/final_5_Abdul_Hasan_21046090_15779_2025.pdf" SIZE="3903372" ID="eprint_47675_92785_1" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat xlink:type="simple" xlink:href="https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47675/1/final_5_Abdul_Hasan_21046090_15779_2025.pdf" LOCTYPE="URL"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_47675_mods" ADMID="TMD_eprint_47675"><mets:fptr FILEID="eprint_47675_document_92785_1"></mets:fptr></mets:div></mets:structMap></mets:mets>