%D 2026 %T Pengaruh Deklinasi dan Asensiorekta (Ra) Matahari terhadap Suhu Ekstrim di Sumatera Barat Tahun 2020-2024 %L repounp47672 %X Sumatera Barat merupakan wilayah yang sering terjadi suhu ekstrim sehingga beresiko terjadinya iklim ekstrim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Deklinasi Matahari dan Asensiorekta Matahari terhadap suhu ekstrim di Sumatera Barat tahun 2020-2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Stasiun Klimatologi Sumatera Barat dan Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur. Pemodelan dilakukan menggunakan SPSS untuk mendapatkan grafik hubungan Deklinasi Matahari dan Asensiorekta Matahari terhadap suhu ekstrim di Sumatera Barat. Hasil analisis menunjukkan bahwa deklinasi Matahari mencapai titik puncak pada bulan Juni dengan nilai 22,87°LU dan bulan Desember 22,77°LS. Sementara itu, nilai asensiorekta maksimum terjadi pada bulan Februari dengan nilai 329.35°, dan nilai minimum terjadi pada bulan April dengan nilai 23.82°. Variasi suhu udara menunjukkan pola yang berbeda pada masing-masing wilayah. Suhu tertinggi Kota Padang mencapai 28,82°C pada bulan Februari dan suhu terendah 27,20°C terjadi pada bulan Juli. Kabupaten Padang Pariaman suhu tertinggi mencapai 27,45°C pada bulan Februari dan suhu terendah 22,33°C terjadi pada bulan November. Kabupaten Agam mencapai 23,24°C pada bulan Maret dan suhu terendah 19,89°C terjadi pada bulan November Analisis korelasi Pearson menunjukkan bahwa hubungan antara Deklinasi Matahari dan Asensiorekta Matahari dengan suhu udara di Sumatera Barat tahun 2020-2024 relatif lemah. Nilai korelasi antara RA dan suhu di Agam sebesar −0,126, di padang sebesar-0.141, dan di Padang pariaman sebesar 0.052, sedangkan korelasi antara deklinasi dan suhu di Agam sebesar 0,069, di Padang sebesar 0.076, dan di Padang Pariaman sebesar 0.039. %K DEKLINASI MATAHARI, ASENSIOREKTA MATAHARI, SUHU EKSTRIM, SUMATERA BARAT. %I Universitas Negeri Padang %A Aditya Zein Oktavianto