<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Penerapan Metode HAZOP dalam Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko K3 pada Proyek LRT Jakarta Fase 1B</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Najwa Putri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Indra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>LRT (Lintas Rel Terpadu) merupakan transportasi umum yang dikembangkan oleh PT. Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memudahkan mobilitas warga Jabodetabek. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengidentifikasi pekerjaan konstruksi yang memiliki risiko tinggi, 2) menerapkan metode HAZOP untuk mengidentifikasi bahaya dan deviasi pada proses kerja, 3) menilai tingkat risiko berdasarkan parameter likelihood dan severity, 4) memberikan rekomendasi pengendalian risiko berdasarkan hasil analisis HAZOP. Penelitian ini penelitian deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif-kuantitatif, dilakukan pada Proyek LRT Jakarta Fase 1B Segmen Velodrome–Manggarai, dilaksanakan Januari 2026. Pengumpulan data dengan observasi lapangan, wawancara, kuesioner/angket, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan 1) Identifikasi Pekerjaan Risiko Tinggi Pekerjaan konstruksi yang memiliki risiko tinggi di proyek LRT Fase 1B meliputi penggunaan alat berat (Jack Hammer), pengecoran beton, pengangkatan girder, pemasangan listrik, dan proses pengelasan. 2) Penerapan Metode HAZOP efektif dalam mengidentifikasi bahaya dan deviasi potensial pada berbagai proses Kerja. 3) Penilaian risiko berdasarkan likelihood dan severity menunjukkan risiko terbesar terdapat pada pekerjaan pengangkatan girder dan pengecoran beton. 4) Pengendalian Risiko dengan tindakan teknis (misal metode kerja getaran rendah, pengawasan ketat, penggunaan APD), administratif (SOP, pelatihan), dan proteksi fisik (proteksi listrik, barricade) sangat diperlukan untuk mengurangi risiko kerja.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">T Technology (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Sipil FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>