%0 Thesis %9 Bachelor/Tugas Akhir %A Safitri, Mutia Amalia %A ft, %B Teknik Sipil FT UNP %D 2026 %F repounp:47652 %I Universitas Negeri Padang %K KINERJA SEISMIK, STRUKTUR SETBACK, ANALISIS PUSHOVER, ANALISIS TIME HISTORY, LEVEL KINERJA. %T Analisis Perbandingan Kinerja Seismik Gedung Beton Bertulang dengan Setback: Analisis Pushover Vs. Time History Nonlinier %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47652/ %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kerentanan bangunan berkonfigurasi setback terhadap efek ragam getar tinggi di daerah rawan gempa seperti Kota Padang. Meskipun pedoman SNI 1726:2019 telah mensyaratkan penggunaan analisis dinamik untuk kasus ketidakberaturan vertikal, praktik di lapangan masih kerap mengandalkan analisis statik nonlinier (Pushover). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komparatif keandalan Analisis Pushover dibandingkan dengan Analisis Time History Nonlinier (NTHA) dalam meninjau kinerja seismik pada model struktur gedung beton bertulang yang memiliki ketidakberaturan vertikal tipe setback. Simulasi numerik dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS pada model 3D struktur gedung rencana. Prosedur pembebanan dinamik dieksekusi dengan mengaplikasikan 11 pasang rekaman gempa historis yang telah melalui proses penyelarasan (spectral matching) terhadap spektrum respons desain lokal Kota Padang. Parameter evaluasi yang ditinjau meliputi target perpindahan atap (roof displacement), profil simpangan antar-lantai (inter-story drift), dan penentuan level kinerja struktur berdasarkan kriteria FEMA 356. Hasil analisis mengindikasikan bahwa Analisis Pushover dan Analisis Time History memprediksi perpindahan atap global yang relatif ekuivalen, dengan rasio magnitudo berkisar antara 0,94 hingga 1,09. Meskipun perpindahan atap menunjukkan hasil yang sebanding, terdapat perbedaan dalam klasifikasi penetapan level kinerja. Analisis Pushover mengklasifikasikan struktur pada level Life Safety (LS), sedangkan rata-rata respons dinamik dari Analisis Time History menunjukkan bahwa struktur rencana cenderung memenuhi kriteria Immediate Occupancy (IO). Hal ini dipengaruhi oleh adanya konsentrasi simpangan antar-lantai pada area transisi setback akibat kontribusi ragam getar tinggi. v Evaluasi kinerja tersebut menunjukkan bahwa Analisis Pushover cenderung memberikan penilaian kerentanan yang lebih konservatif dibandingkan dengan rata-rata tuntutan deformasi pada pembebanan dinamik. Oleh karena itu, penerapan metode dinamik nonlinier disarankan sebagai instrumen verifikasi guna memperoleh gambaran respons struktur dan distribusi kerusakan lokal yang lebih representatif.