<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Pengaruh Perlite Sebagai Substitusi Semen terhadap Karakteristik Mekanis dan Durabilitas Mortar</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muhamad</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rafd</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penggunaan mortar dalam bidang konstruksi terus mengalami perkembangan seiring meningkatnya kebutuhan akan material yang lebih efisien dan berkelanjutan, terutama akibat tingginya penggunaan semen yang berdampak terhadap lingkungan. Indonesia yang berada pada kawasan vulkanik memiliki potensi sumber daya alam berupa perlite, yaitu hasil pengolahan kaca vulkanik amorf yang kaya akan silika serta memiliki sifat ringan dan berpori. Penelitian ini menilai pengaruh perlite sebagai substitusi sebagian semen terhadap sifat mekanis dan durabilitas mortar. Variasi substitusi perlite yang digunakan terdiri atas 0% sebagai kontrol serta 10%, 20%, dan 30% perlite sebagai substitusi semen. Benda uji yang digunakan berupa kubus berukuran 5 × 5 × 5 cm dan silinder berdiameter 2” dengan tinggi 10 cm. Seluruh benda uji dilakukan proses perawatan dan diuji pada umur 7 dan 28 hari. Pengujian yang dilakukan meliputi uji flow test, berat jenis, porositas, penyerapan air, kuat tekan, electrical resistivity, ultrasonic pulse velocity (UPV), serta akselerasi korosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan persentase perlite menyebabkan penurunan berat jenis mortar serta peningkatan porositas dan penyerapan air akibat sifat perlite yang ringan dan berongga. Kuat tekan mortar optimal pada substitusi 10%. Dari aspek durabilitas, penggunaan perlite mampu meningkatkan ketahanan terhadap penetrasi air dan menunjukkan performa yang lebih baik pada kadar optimum. Berdasarkan keseluruhan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa perlite efektif digunakan pada proporsi optimum sebesar 10%</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">T Technology (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Sipil FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>